Jakarta — Dunia investasi saham kerap dipersepsikan sebagai arena penuh risiko, ketidakpastian, dan emosi. Namun bagi Andry Hakim, pasar modal justru menjadi ruang pembelajaran tentang logika, keberanian, dan ketekunan. Kisahnya menjadi inspirasi banyak generasi muda setelah berhasil bangkit dari keterpurukan dan meraih keuntungan puluhan miliar rupiah di tengah krisis pandemi.
Investasi saham bukanlah hal asing bagi Andry Hakim. Pemuda asal Jakarta ini telah mengenal pasar modal sejak terjun di dunia kerja. Namun, langkah serius sebagai investor baru dimulainya pada 2017, dengan modal awal sekitar Rp1 miliar yang berasal dari tabungan kerja dan hasil usahanya.
Tak ada jalan lurus dalam perjalanan tersebut. Saat market crash pandemi Covid-19 pada Mei 2020, portofolio Andry sempat terpuruk hebat. Modalnya terkikis tajam hingga tersisa kurang dari Rp500 juta. Bagi sebagian orang, kondisi itu bisa menjadi akhir cerita. Namun bagi Andry, justru menjadi titik balik.
“Dengan modal yang tersisa tanpa menambah dana, saya berhasil mengubah Rp500 juta menjadi lebih dari Rp40 miliar,” ungkap Andry.
Bangkit dengan Logika dan Keberanian
Kebangkitan Andry Hakim tidak terjadi secara instan. Ia memanfaatkan momentum perubahan besar di sektor perbankan dan kebijakan pemerintah. Saham-saham bank digital seperti ARTO, BBHI, BNBA, dan BBYB menjadi kendaraan utamanya untuk membalikkan keadaan, dengan keuntungan hingga ribuan persen.
Andry dikenal tidak hanya mengandalkan intuisi, tetapi juga analisis mendalam. Ia mempelajari perusahaan secara berulang, turun langsung ke lapangan, membaca arah kebijakan pemerintah, serta memahami ke mana tren pasar akan bergerak.
Keputusan-keputusan itu terbukti tepat. Salah satu capaian terbesar Andry adalah investasi jangka panjang di ARTO, yang dibeli setelah rights issue pertama di harga rata-rata Rp463 per saham, lalu dilepas di kisaran Rp15.000–16.000 per saham.
“Keuntungannya lebih dari 2.000 persen. Itu titik balik terbesar dalam hidup saya,” bebernya.
Membaca Arah Kebijakan, Menangkap Peluang
Selain ARTO, Andry juga mencetak keuntungan signifikan dari saham KAEF dan INAF, seiring kebijakan pemerintah terkait pengadaan vaksin Covid-19. Saham ANTM pun memberikan hasil besar setelah adanya kebijakan pembentukan holding baterai BUMN.
Sementara itu, peluang multibagger di BBHI, BNBA, dan BBYB muncul dari regulasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang mewajibkan bank mini memiliki modal inti minimal Rp3 triliun.
“Saya berpikir bank tidak mungkin mau turun kelas menjadi BPR. Maka mereka pasti mencari investor besar atau menjual sahamnya. Dari situlah peluang muncul,” jelas Andry.
Juara Kompetisi Trading Nasional
Dengan username Sleeping Dragon, Andry Hakim juga dikenal aktif mengikuti berbagai kompetisi trading. Ia beberapa kali meraih Juara 1 Mirae Trading Championship dan Juara 2 Trading Value Transaction di aplikasi Saham Rakyat milik Kaesang Pangarep, dengan nilai transaksi mencapai Rp91 miliar hanya dalam satu minggu.
Meski demikian, Andry tidak menutup mata terhadap risiko. Ia mengakui bahwa kesalahan analisa tetap bisa terjadi.
“Floating loss terbesar saya pernah Rp2–4 miliar dalam sehari. Tapi kalau salah, harus berani cut loss. Cut loss terbesar saya sekitar Rp500 juta, dan itu saya lakukan cepat,” ujarnya.
Berbagi Ilmu Lewat Stockwise
Kesuksesan tidak membuat Andry berhenti pada dirinya sendiri. Bersama rekannya Douglas, ia mendirikan startup edukasi bernama Stockwise. Melalui Stockwise, Andry membuka kelas edukasi rutin untuk membantu masyarakat Indonesia memahami investasi saham secara fundamental dan value investing.
Stockwise juga menjadi ruang konsultasi bagi pelaku usaha yang ingin melantai di bursa melalui IPO, namun masih awam dengan dunia pasar modal.
“Kami ingin menghadirkan edukasi finansial yang mudah diakses, efektif, dan terjangkau,” kata Andry.
Ke depan, Stockwise berencana meluncurkan aplikasi edukasi saham agar literasi keuangan dapat menjangkau lebih banyak masyarakat.
Investasi sebagai Perjalanan Mental
Kisah Andry Hakim adalah gambaran bahwa investasi bukan semata soal cuan, melainkan tentang ketahanan mental, kedisiplinan berpikir, dan keberanian mengambil keputusan. Dari jatuh di tengah krisis hingga bangkit dengan strategi matang, Andry membuktikan bahwa pasar modal bisa menjadi jalan perubahan hidup—asal dijalani dengan ilmu dan tanggung jawab.
Bagi generasi muda, kisah ini menjadi pesan kuat: kegagalan bukan akhir, melainkan bagian dari proses menuju kematangan finansial.
