Di Bawah Asuhan Ustadz Sahal Abdullah, Pondok Klawing Menumbuhkan Cinta Al-Qur’an Sejak Desa

CenterSoboratan
0

 


Purbalingga, Jawa Tengah — Dari sebuah dusun yang tenang di lereng perdesaan Bobotsari, cahaya Al-Qur’an terus dijaga dan disebarkan. Pondok Pesantren Tahfidzul Qur’an (PPTQ) Al-Ikhlash Aqshol Madinah, yang lebih dikenal masyarakat sebagai Pondok Klawing, hadir sebagai ruang pendidikan ruhani yang menumbuhkan kecintaan mendalam terhadap Al-Qur’an sejak dari desa.

Pesantren yang beralamat di Dusun Bandingan, Desa Majapura, RT 03 RW 09, Kecamatan Bobotsari, Kabupaten Purbalingga ini diasuh oleh sosok sederhana namun penuh keteladanan, Ustadz Sahal Abdullah. Dengan pendekatan keikhlasan, kedisiplinan, dan kasih sayang, Pondok Klawing tumbuh menjadi tempat pembinaan generasi penghafal Al-Qur’an yang berakhlak dan membumi.

Sosok Pengasuh: Ustadz Sahal Abdullah

Ustadz Sahal Abdullah dikenal sebagai pengasuh yang menempatkan akhlak di atas segalanya. Bagi beliau, hafalan Al-Qur’an bukan sekadar capaian jumlah juz, melainkan jalan untuk membentuk karakter santri agar berjiwa tawadhu, istiqamah, dan berkhidmat kepada umat.

Dalam kesehariannya, Ustadz Sahal terlibat langsung membimbing santri, mulai dari setoran hafalan, murojaah, hingga pembinaan adab dan kedisiplinan. Keteladanan hidup sederhana dan kedekatan emosional dengan santri menjadikan Pondok Klawing terasa seperti rumah kedua bagi para penuntut ilmu.

“Al-Qur’an tidak hanya dihafal, tetapi harus hidup dalam perilaku,” menjadi nasihat yang terus ditanamkan kepada para santri.

Profil Pesantren: Rumah Tahfidz Berbasis Keikhlasan

PPTQ Al-Ikhlash Aqshol Madinah berdiri dengan visi mencetak generasi Qur’ani yang kuat hafalan, lurus akidah, dan santun akhlaknya. Pesantren ini mengusung konsep tahfidz yang seimbang antara hafalan, pemahaman dasar keislaman, serta pembiasaan ibadah harian.

Lingkungan pesantren yang asri dan jauh dari hiruk pikuk kota menjadi pendukung utama proses menghafal Al-Qur’an. Kesederhanaan fasilitas tidak mengurangi kekhidmatan suasana belajar, justru menumbuhkan nilai qana’ah dan fokus pada tujuan utama: mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Kegiatan Santri: Menghidupkan Al-Qur’an Setiap Hari

Kegiatan santri Pondok Klawing terpusat pada tahfidz dan murojaah Al-Qur’an yang dilakukan secara terstruktur sejak dini hari hingga malam. Selain itu, santri juga dibekali:

  • Pendidikan dasar keislaman (fiqih, akidah, dan adab)

  • Pembiasaan shalat berjamaah dan qiyamul lail

  • Kegiatan khidmah dan bakti sosial di masyarakat

  • Latihan dakwah dan kepemimpinan sederhana

Keterlibatan santri dalam kegiatan masyarakat sekitar menjadikan Pondok Klawing tidak terpisah dari lingkungan sosialnya, melainkan tumbuh bersama masyarakat desa.

Prestasi dan Dampak

Meski berada di wilayah desa, Pondok Klawing telah melahirkan santri-santri yang berhasil menghafal Al-Qur’an dengan baik dan istiqamah. Beberapa santri dipercaya menjadi imam shalat, pengajar TPA, serta duta tahfidz dalam kegiatan keagamaan di tingkat desa dan kecamatan.

Prestasi utama Pondok Klawing bukan semata-mata trofi atau lomba, melainkan lahirnya generasi Qur’ani yang siap mengabdi—menjadi teladan di tengah masyarakat dengan akhlak yang santun dan hafalan yang terjaga.

Menyemai Cahaya dari Desa

Di bawah asuhan Ustadz Sahal Abdullah, Pondok Klawing membuktikan bahwa pusat peradaban Al-Qur’an tidak harus lahir dari kota besar. Dari Dusun Bandingan, nilai keikhlasan dan kecintaan pada Kalam Ilahi terus disemai.

Pondok Klawing hadir sebagai pengingat bahwa desa adalah fondasi peradaban, dan dari sanalah cahaya Al-Qur’an dapat menerangi umat, satu hafalan, satu akhlak, dan satu generasi pada satu waktu.

Tags

Posting Komentar

0 Komentar

Posting Komentar (0)
3/related/default