Pemuda Desa Kaliwinasuh, Kecamatan Purwareja Klampok, Kabupaten Banjarnegara, memasuki babak baru kebangkitan organisasi kepemudaan. Melalui Karang Taruna HARSA MOLAH periode kepengurusan 2025–2029, di bawah kepemimpinan ketua baru Sugeng Andriyanto, para pemuda bertekad menyatukan energi generasi muda yang selama ini tersebar dalam berbagai komunitas.
Desa Kaliwinasuh dikenal memiliki potensi pemuda yang besar. Namun, potensi tersebut selama ini berjalan sendiri-sendiri dalam berbagai wadah seperti SPG, Forum Pemuda Buaran, Pujaya, Talang Ireng, Remaja R 09, Perseka, Basvoka, SSB, Lapak Dara, dan komunitas lainnya. Kondisi ini membuat aktivitas kepemudaan aktif, tetapi kurang terkoordinasi dalam satu visi besar pembangunan desa.
Legalitas Organisasi, Awal Gerak Bersama
Langkah awal yang krusial adalah diterbitkannya Surat Keputusan (SK) Karang Taruna HARSA MOLAH oleh Kepala Desa Kaliwinasuh, Bapak Mardjono. SK tersebut menjadi landasan hukum sekaligus legitimasi bahwa Karang Taruna adalah wadah resmi yang disediakan negara untuk pengembangan generasi muda desa.
Dengan adanya SK ini, Karang Taruna tidak hanya menjadi simbol, tetapi alat perjuangan pemuda untuk berkontribusi secara nyata dan terstruktur.
Membaca Masalah Pemuda Secara Jujur
Kepengurusan baru menyadari bahwa tantangan utama Karang Taruna bukan terletak pada minimnya pemuda, melainkan pada minimnya pemahaman tentang fungsi Karang Taruna itu sendiri.
Terdapat tiga persoalan mendasar yang menjadi dasar visi dan misi organisasi:
- Kebutuhan dukungan nyata dari pemerintah desa dan BPD, sebagai bentuk peran orang tua terhadap masa depan generasi mudanya.
- Rendahnya pemahaman generasi muda terhadap manfaat dan fungsi Karang Taruna, sehingga semangat berorganisasi menjadi lemah.
- Banyaknya penafsiran liar tentang Karang Taruna, yang menjauhkan pemuda dari kesadaran bahwa ini adalah wadah resmi yang disiapkan pemerintah.
Akibat persoalan tersebut, tidak sedikit pemuda aktif yang akhirnya kebingungan: mau memulai dari mana, membuat kegiatan apa, dan bagaimana menjalankan organisasi secara berkelanjutan.
Struktur Lengkap, Gerak Terarah
Untuk menjawab tantangan itu, Karang Taruna HARSA MOLAH membentuk struktur organisasi yang lengkap dan fungsional. Selain pengurus inti yang terdiri dari:
- Ketua: Sugeng Andriyanto
- Sekretaris : Slamet Riyadi dan Fajar Ari Nugroho
- Bendahara: Dwi Apriyanto dan Ramadani Kurniasih
Organisasi ini juga dilengkapi beberapa seksi strategis, antara lain:
- Seksi Usaha Kesejahteraan Sosial dan Penanggulangan Bencana
- Seksi Organisasi dan PSDM
- Seksi Humas
- Seksi Ekonomi Produktif dan Koperasi
- Seksi Olahraga dan Kesenian
Total terdapat 30 pemuda yang tergabung dalam kepengurusan, mencerminkan semangat kolaborasi lintas komunitas.
Program Nyata, Bukan Sekadar Wacana
Di bawah kepemimpinan Sugeng Andriyanto yang dikenal sederhana namun penuh semangat, Karang Taruna HARSA MOLAH mulai bergerak dengan program-program nyata, antara lain:
- Penguatan tim Sekolah Sepak Bola (SSB) Desa Kaliwinasuh
- Penguatan lapangan voli desa sebagai ruang olahraga dan silaturahmi pemuda
- Pengembangan Lapak Dara sebagai sub bidang usaha, yang dalam tiga bulan terakhir mulai menghasilkan kas
- Perawatan dan pengadaan sarana sepak bola untuk mendukung aktivitas olahraga
- Dukungan dana Rp500.000 bagi komunitas aktif yang ternaung di bawah Karang Taruna
- Partisipasi aktif dalam menyukseskan Pemilihan Ketua RT
- Budidaya ikan gurame sebagai program ekonomi produktif
- Revitalisasi komunitas pemuda Dusun Pagendotan Wetan, termasuk pembentukan pengurus dan penyerahan kas bulanan
Program-program tersebut menunjukkan bahwa Karang Taruna tidak berhenti pada rapat dan administrasi, tetapi hadir langsung menjawab kebutuhan pemuda.
Menyatukan, Bukan Menyeragamkan
Ketua Karang Taruna HARSA MOLAH, Sugeng Andriyanto, menegaskan bahwa tujuan utama organisasi bukan menghapus komunitas yang sudah ada, melainkan menyatukan dalam satu payung besar agar gerak pemuda lebih kuat, terarah, dan saling mendukung.
“Karang Taruna ini bukan saingan komunitas, tapi rumah bersama. Semua tetap bisa berjalan dengan ciri khasnya, namun punya tujuan yang sama untuk desa,” menjadi semangat yang diusung kepengurusan baru.
Harapan untuk Masa Depan
Dengan dukungan pemerintah desa, BPD, serta partisipasi aktif seluruh pemuda, Karang Taruna HARSA MOLAH diharapkan mampu menjadi:
- Pilar pembangunan desa berbasis partisipasi pemuda
- Wadah konsolidasi pemuda desa
- Motor penggerak kegiatan sosial, ekonomi, dan olahraga
- Ruang tumbuh kepemimpinan generasi muda
Kebangkitan Karang Taruna HARSA MOLAH menjadi bukti bahwa ketika pemuda diberi ruang, kepercayaan, dan arah yang jelas, desa tidak hanya memiliki masa depan—tetapi juga harapan yang hidup.


