Membangun Karakter Remaja dari Pesantren: Kolaborasi Soboratan Preneur, PSHT, dan Ruang Dapoer Warnai Family Gathering SMK Ma’arif NU Bukateja

CenterSoboratan
0

  

Upaya membangun generasi muda yang berkarakter, mandiri, dan berdaya saing terus dilakukan melalui berbagai pendekatan kreatif. Salah satunya diwujudkan dalam kegiatan Family Gathering dan Character Building Remaja yang diinisiasi oleh Tim Trainer dan Motivasi Soboratan Preneur, berkolaborasi dengan PSHT dan Ruang Dapoer, bersama siswa SMK Ma’arif NU Bukateja.

Kegiatan ini dilaksanakan selama dua hari satu malam, bertempat di Pondok Pesantren Miftahul Mubtadiin, Dusun Karang Pucung RT 01 RW 07, Desa Kaliwinasuh, Kecamatan Purworejo Klampok, Banjarnegara. Pondok pesantren yang diasuh oleh Kyai Mufhimin ini menjadi ruang yang tepat untuk menyatukan nilai spiritual, pendidikan karakter, dan pengalaman hidup nyata bagi para peserta.

Sebanyak 40 siswa mengikuti kegiatan ini dengan penuh antusias, menyerap berbagai pembelajaran yang tidak hanya bersifat teoritis, tetapi juga praktis dan reflektif.

 

Character Building Remaja: Membangun Mental, Sikap, dan Kesadaran Diri

Pelatihan ini dirancang dengan fokus utama pada Character Building untuk remaja, yaitu proses pembentukan karakter yang menekankan pada:

  • penguatan mental dan kepercayaan diri,

  • kedisiplinan dan tanggung jawab,

  • kerja sama tim dan empati sosial,

  • serta kesadaran akan peran diri dalam keluarga dan masyarakat.

Melalui pendekatan interaktif, para siswa diajak memahami bahwa karakter bukan sekadar bawaan lahir, tetapi dibentuk melalui proses, pengalaman, dan kemauan untuk belajar dari kehidupan sehari-hari.

Kolaborasi Lintas Komunitas, Nilai yang Saling Menguatkan

Kegiatan ini menjadi contoh nyata kolaborasi lintas komunitas yang saling melengkapi. Dari Soboratan Preneur, hadir Pak Eko dan Pak Suroso yang membagikan pengalaman hidup, nilai kemandirian, serta pentingnya mental bertumbuh (growth mindset) bagi generasi muda.

Dari PSHT, hadir Mas Ahong yang memberikan sesi motivasi dengan pendekatan khas persaudaraan, disiplin, dan nilai luhur pencak silat. Pesan yang disampaikan menekankan bahwa kekuatan sejati tidak hanya terletak pada fisik, tetapi pada sikap, pengendalian diri, dan akhlak.

Sementara itu, Ruang Dapoer yang diwakili oleh Mas Irfan, Mas Fathul, dan rekan-rekan, menghadirkan pendekatan yang unik dan membumi melalui aktivitas memasak.

Belajar Menghargai Lewat Dapur: Praktik Masak Kentaki

Salah satu sesi yang paling menarik adalah praktik memasak kentaki, yang dipandu langsung oleh Tim Ruang Dapoer, komunitas usaha dari Perja, Purworejo Klampok, yang bergerak di bidang penyediaan tepung bumbu olahan.

Pelatihan ini tidak semata-mata bertujuan mengajarkan keterampilan memasak, tetapi membawa pesan yang lebih dalam:

  • mengajarkan kemandirian dasar,

  • menumbuhkan rasa tanggung jawab,

  • serta membangun kesadaran untuk menghargai orang tua, khususnya mereka yang setiap hari memasak dan menyiapkan makanan di rumah.

Melalui pengalaman langsung di dapur, para siswa belajar bahwa hal-hal sederhana dalam kehidupan sering kali menyimpan nilai pengorbanan dan kasih sayang yang besar.

 

Motivasi Lewat Game dan Outbond

Sesi motivasi diperkaya oleh Trainer Profesional Mas Karim dari Salatiga, yang membawakan berbagai permainan edukatif (game) baik di dalam ruangan maupun kegiatan outbond.

Melalui permainan, para siswa diajak untuk:

  • mengenali potensi diri,

  • belajar bekerja sama,

  • mengelola emosi,

  • dan memahami pentingnya komunikasi serta kepercayaan dalam tim.

Metode ini membuat pesan-pesan motivasi terasa lebih hidup, menyenangkan, dan mudah dipahami oleh remaja.

Pesan Penting untuk Masa Depan Generasi Muda

Kegiatan Family Gathering ini bukan sekadar acara kebersamaan, tetapi menjadi ruang refleksi bagi para siswa untuk mengenal diri mereka sendiri, lingkungan, dan masa depan yang sedang mereka siapkan.

Kolaborasi antara Soboratan Preneur, PSHT, dan Ruang Dapoer menunjukkan bahwa pendidikan karakter tidak harus selalu formal di ruang kelas. Nilai kehidupan bisa ditanamkan melalui kebersamaan, praktik nyata, dan keteladanan.

Harapannya, setelah kegiatan ini, para siswa SMK Ma’arif NU Bukateja:

  • memiliki mental yang lebih kuat,

  • lebih menghargai keluarga dan lingkungan,

  • serta tumbuh menjadi generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga matang secara karakter.

Kegiatan ini menjadi bukti bahwa ketika komunitas, pendidik, dan pelaku usaha lokal bersatu, ruang-ruang kecil seperti pesantren desa mampu melahirkan harapan besar bagi masa depan bangsa.

Posting Komentar

0 Komentar

Posting Komentar (0)
3/related/default