Di balik tanggung jawabnya menjaga amanah sebagai Ketua PSHT Ranting Mrebet, Mas Manto tetap menjalani keseharian sebagai pedagang ayam kentaki. Aktivitas berjualan tersebut menjadi sumber penghidupan utama bagi keluarganya. Namun, seperti banyak kepala keluarga lainnya, Mas Manto menyimpan satu harapan sederhana namun bermakna: memiliki usaha tambahan yang lebih berkelanjutan sebagai penopang ekonomi keluarga.
Harapan itu perlahan menemukan jalannya ketika Mas Manto bertemu dengan Pak Eko, koordinator budidaya okra yang bermitra dengan PT Kelola Agro Makmur. Pertemuan tersebut menjadi titik balik. Dari obrolan ringan hingga diskusi serius tentang potensi pertanian bernilai ekonomi tinggi, Mas Manto akhirnya memantapkan diri untuk mencoba peruntungan baru—menanam okra.
Langkah Awal di Lahan Uji Coba
Pada Selasa, 13 Januari 2026, Mas Manto secara resmi memulai langkah pertamanya sebagai petani okra. Bersama perwakilan dari Soboratan Preneur, yang juga berperan sebagai pembina petani okra, ia menanam biji okra di lahan uji coba seluas 50 ubin.
Langkah ini mungkin terlihat kecil dari sisi luasan lahan, namun besar dari sisi makna. Bagi Mas Manto, ini bukan sekadar menanam tanaman, melainkan menanam harapan, keberanian, dan mental belajar—nilai-nilai yang selama ini juga diajarkan dalam PSHT: kesabaran, ketekunan, dan tanggung jawab.
Peran Soboratan Preneur: Mendampingi, Bukan Menggurui
Soboratan Preneur hadir bukan hanya sebagai pendamping teknis, tetapi juga sebagai mitra belajar. Pendekatan yang digunakan menekankan pada:
-
Uji coba bertahap, agar petani tidak terbebani risiko besar di awal
-
Pendampingan langsung di lapangan
-
Penguatan mental petani agar siap menghadapi proses, bukan sekadar hasil
Model ini sejalan dengan semangat pemberdayaan: petani tumbuh bersama prosesnya, bukan dipaksa instan.
Mengenal Okra: Tanaman Bernilai Gizi Tinggi dan Potensi Ekonomi Besar
Okra (Abelmoschus esculentus) adalah tanaman sayuran yang mulai banyak dilirik dalam beberapa tahun terakhir, terutama untuk pasar modern dan ekspor. Meski belum sepopuler cabai atau tomat di Indonesia, okra memiliki nilai strategis dari sisi kesehatan maupun ekonomi.
1. Karakteristik Tanaman Okra
Okra termasuk tanaman semusim yang relatif mudah dibudidayakan:
-
Masa panen cepat, sekitar 45–60 hari setelah tanam
-
Produktif dan bisa dipanen setiap 2–3 hari
-
Tahan terhadap cuaca tropis
-
Cocok ditanam di lahan pekarangan hingga skala pertanian menengah
Buah okra berbentuk lonjong dengan permukaan bersegi, berwarna hijau atau merah tergantung varietas.
2. Kandungan Gizi dan Manfaat Kesehatan
Okra dikenal sebagai superfood alami karena kandungan gizinya:
-
Kaya serat, baik untuk pencernaan
-
Mengandung vitamin C, vitamin A, dan folat
-
Membantu mengontrol kadar gula darah
-
Baik untuk kesehatan jantung
-
Sering dikonsumsi oleh penderita diabetes dan kolesterol
Di beberapa negara, okra bahkan digunakan sebagai bagian dari diet medis.
3. Potensi Pasar dan Nilai Ekonomi
Permintaan okra cukup tinggi di:
-
Pasar modern (supermarket)
-
Hotel dan restoran
-
Pasar ekspor, terutama Jepang, Korea, Timur Tengah, dan Eropa
Harga okra relatif stabil dan cenderung lebih tinggi dibanding sayuran konvensional. Dengan perawatan yang tepat, okra bisa menjadi sumber pendapatan rutin karena masa panennya panjang.
4. Okra sebagai Alternatif Diversifikasi Usaha
Bagi pelaku usaha kecil seperti Mas Manto, okra menawarkan beberapa keunggulan:
-
Tidak memerlukan modal besar di awal
-
Risiko relatif rendah jika dimulai dari skala kecil
-
Bisa dijadikan usaha sampingan tanpa meninggalkan pekerjaan utama
-
Cocok untuk petani pemula maupun non-petani
Lebih dari Sekadar Bertani
Langkah Mas Manto menanam okra bukan hanya cerita tentang pertanian, tetapi tentang keberanian keluar dari zona nyaman. Di sela kesibukan berdagang dan mengurus organisasi, ia memilih belajar hal baru demi masa depan keluarga.
Kisah ini juga memperlihatkan bahwa:
-
Kepemimpinan tidak menjauhkan seseorang dari kerja nyata
-
Petani modern lahir dari proses belajar, bukan dari latar belakang semata
-
Pemberdayaan ekonomi desa bisa dimulai dari lahan kecil dan niat yang besar
Harapan ke Depan
Ke depan, Mas Manto berharap:
-
Lahan uji coba ini berhasil dan bisa dikembangkan lebih luas
-
Okra menjadi sumber tambahan penghasilan yang stabil
-
Pengalaman ini bisa menginspirasi warga PSHT dan masyarakat sekitar untuk berani mencoba sektor produktif
Sementara itu, Soboratan Preneur berharap model pendampingan ini dapat:
-
Melahirkan petani-petani baru yang mandiri
-
Menguatkan ekonomi keluarga berbasis potensi lokal
Menjadikan pertanian sebagai pilihan usaha yang bermartabat.
Menanam Okra, Menanam Masa Depan
Dari 50 ubin lahan uji coba di Mrebet, Mas Manto membuktikan bahwa perubahan besar selalu dimulai dari langkah kecil. Seperti falsafah hidup yang ia pegang, hasil adalah urusan waktu, yang penting proses dijalani dengan sungguh-sungguh.
Menanam okra hari ini, berarti menanam masa depan esok hari.

