Banjarnegara - Di tengah tantangan zaman yang kian kompleks bagi generasi muda, secercah harapan tumbuh dari Kaliwinasuh, Purworejo Klampok. Anak-anak binaan YLPP Al-Qoim Kaliwinasuh di bawah asuhan Ibu Yuni, yang juga merupakan binaan Soboratan Preneur, terus menunjukkan bahwa pembinaan yang tepat mampu melahirkan generasi tangguh—berprestasi sekaligus berkarakter.
Berlokasi di Padepokan PSHT “Sedulur Selawase”, yang mewakili Rayon Kaliwinasuh, Ranting Purworejo Klampok, Cabang Banjarnegara, anak-anak ini secara konsisten mengikuti berbagai kompetisi Pencak Silat baik di tingkat kabupaten, regional, hingga nasional. Tidak sekadar ikut serta, sebagian besar dari mereka mampu tampil sebagai juara, baik pada kategori Tanding maupun Seni.
Prestasi yang Dibangun dari Proses Panjang
Prestasi tersebut bukan hasil instan. Anak-anak YLPP Al-Qoim berasal dari berbagai kelompok usia—mulai dari Usia Dini, Pra-Remaja, Remaja, hingga Dewasa—yang dibina secara bertahap, disiplin, dan berkesinambungan.
Beragam kejuaraan telah mereka ikuti, di antaranya:
- PSHT Cup Banjarnegara
- PSHT Cup Jawa–Bali
- PSHT Cup Bekasi
- PSHT Cup Pemalang
- Kejurprof Jawa Tengah – Magelang
- Kejurnas Championship – Purwokerto
- Kejurprof Muay Thai / Boxer
- Kejurda Wushu
- Kejurprof Wushu
Deretan piala dan medali yang berhasil diraih menjadi bukti nyata bahwa pendekatan pembinaan yang mengedepankan disiplin, mental juara, dan nilai moral mampu menghasilkan prestasi lintas cabang beladiri.
Lebih dari Sekadar Juara
Namun bagi para pengasuh dan pembina, kemenangan bukanlah tujuan utama. Pencak Silat diposisikan sebagai sarana pendidikan karakter, bukan semata olahraga kompetisi.
Di padepokan PSHT “Sedulur Selawase”, anak-anak diajarkan nilai-nilai luhur:
-
Persaudaraan (seduluran)
-
Rendah hati dalam kemenangan
-
Tangguh dalam kekalahan
-
Disiplin, tanggung jawab, dan hormat kepada guru
Nilai-nilai tersebut selaras dengan prinsip PSHT dan visi sosial Soboratan Preneur, yang tidak hanya fokus pada prestasi fisik, tetapi juga pada pembentukan akhlak dan kepribadian anak.
Peran Soboratan Preneur dan PSHT
Keterlibatan Soboratan Preneur sebagai pendamping menjadi penguat ekosistem pembinaan. Melalui pendekatan pemberdayaan komunitas, Soboratan Preneur melihat pencak silat sebagai bagian dari ruang pengabdian sosial, budaya, dan pendidikan generasi muda.
Sementara itu, PSHT hadir sebagai wadah nilai, tradisi, dan disiplin, yang membingkai prestasi dalam koridor persaudaraan dan pengabdian kepada masyarakat.
Tujuan Pembinaan
Pembinaan anak-anak YLPP Al-Qoim Kaliwinasuh memiliki tujuan jangka panjang, antara lain:
- Membentuk generasi muda yang berakhlak, disiplin, dan bermental kuat.
- Menanamkan nilai persaudaraan dan kepedulian sosial sejak usia dini.
- Menjauhkan anak-anak dari pengaruh negatif lingkungan, seperti pergaulan bebas dan kekerasan.
- Melestarikan pencak silat sebagai warisan budaya bangsa.
- Mencetak atlet berprestasi yang mampu bersaing hingga tingkat nasional dan internasional.
Harapan ke Depan
Ke depan, para pengasuh, pembina, dan komunitas berharap:
-
Anak-anak YLPP Al-Qoim terus konsisten berlatih dan berkembang, baik sebagai atlet maupun pribadi.
-
Dukungan dari masyarakat, orang tua, dan pemerintah semakin kuat untuk keberlanjutan pembinaan.
-
Padepokan PSHT “Sedulur Selawase” menjadi pusat lahirnya atlet sekaligus teladan karakter.
-
Prestasi yang diraih dapat menjadi inspirasi bagi desa-desa lain untuk membina generasi muda melalui jalur olahraga dan budaya.
Inspirasi dari Kaliwinasuh
Kisah anak-anak YLPP Al-Qoim Kaliwinasuh adalah pengingat bahwa prestasi sejati lahir dari lingkungan yang peduli, pembinaan yang konsisten, dan nilai yang dijaga. Di tengah derasnya arus zaman, mereka membuktikan bahwa tradisi, disiplin, dan persaudaraan masih relevan—bahkan mampu melahirkan juara.
Dari padepokan kecil di Kaliwinasuh, tumbuh mimpi besar untuk bangsa.


