Di tengah perubahan zaman yang semakin cepat, tidak semua gerakan besar lahir dari kota. Di Kaliwinasuh, Purworejo Klampok, tumbuh sebuah komunitas akar rumput bernama Soboratan Preneur (SP)—sebuah gerakan pemberdayaan masyarakat yang lahir dari kesadaran akan pentingnya mengisi ruang-ruang pengabdian yang selama ini sering luput dari perhatian.
Soboratan Preneur tidak berdiri sebagai komunitas bisnis semata, melainkan sebagai ruang hidmat dan pelayanan sosial yang menempatkan manusia, lingkungan, dan nilai kebermanfaatan sebagai poros utama gerakannya.
Mengisi Ruang yang Sepi, Menguatkan yang Rentan
Soboratan Preneur hadir untuk mengisi berbagai sektor strategis yang bersentuhan langsung dengan kehidupan masyarakat desa, mulai dari:
-
Pertanian
-
Peternakan
-
Perikanan
-
Sosial dan budaya
-
Ruang digital dan literasi teknologi
-
Hingga bidang-bidang lain yang relevan dengan kebutuhan lokal
Bagi SP, desa bukanlah wilayah tertinggal, melainkan ruang potensial yang kaya sumber daya manusia (SDM), nilai gotong royong, dan kearifan lokal. Yang dibutuhkan hanyalah pendampingan, keberlanjutan, dan keberanian untuk tumbuh bersama.
Bergerak dengan SDM Lokal, Bertumbuh Bersama Masyarakat
Berbekal SDM yang ada di wilayah Kaliwinasuh dan sekitarnya, Soboratan Preneur memilih jalan pemberdayaan, bukan karitas. Komunitas ini percaya bahwa perubahan yang bertahan lama harus dibangun dari dalam, oleh masyarakat itu sendiri.
Selama beberapa tahun terakhir, Soboratan Preneur telah aktif mendampingi para petani dan pelaku usaha kecil, mulai dari:
-
Pendampingan teknis dan pola tanam
-
Edukasi kemandirian pangan
-
Penguatan jejaring dan kerja kolektif
-
Penguatan mental usaha dan nilai keberlanjutan
Pendampingan dilakukan secara bertahap, dialogis, dan berbasis kebutuhan nyata di lapangan—bukan sekadar program formal yang selesai di laporan.
Dari Desa untuk Zaman: Merangkul Ruang Digital
Menyadari bahwa tantangan masa depan tidak hanya berada di sawah dan kandang, Soboratan Preneur juga mulai membuka ruang digital sebagai jembatan antara desa dan dunia luar.
Ruang ini menjadi sarana:
-
Literasi teknologi dasar
-
Pengenalan pemasaran digital
-
Dokumentasi kegiatan desa
-
Penguatan narasi lokal agar tidak tenggelam di tengah arus global
Bagi Soboratan Preneur, teknologi bukan tujuan, melainkan alat untuk memperluas kebermanfaatan dan membuka akses.
Harapan Besar: Desa yang Mandiri dan Bermartabat
Soboratan Preneur memikul harapan besar—bukan untuk menjadi besar secara nama, tetapi kuat secara dampak. Harapan itu antara lain:
-
Terbangunnya masyarakat desa yang mandiri secara ekonomi
-
Terciptanya generasi muda yang peduli, terampil, dan berdaya
-
Terjaganya nilai sosial dan budaya di tengah modernisasi
-
Terbentuknya ekosistem kolaboratif lintas sektor
SP meyakini bahwa desa tidak kekurangan potensi, yang sering kurang hanyalah ruang belajar, ruang bertumbuh, dan ruang saling menguatkan.
Gerakan Kecil, Makna Besar
Apa yang dilakukan Soboratan Preneur mungkin tidak selalu viral, namun nyata. Tidak selalu besar di angka, tetapi dalam makna. Gerakan ini menjadi bukti bahwa pengabdian yang konsisten, meski sederhana, mampu mengubah arah hidup banyak orang.
Di saat banyak orang berlomba mencari peluang ke luar, Soboratan Preneur memilih bertahan dan membangun dari dalam. Dari Kaliwinasuh, mereka menyemai keyakinan bahwa desa bukan sekadar tempat pulang, tetapi tempat bertumbuh dan memberi arti.
Bagi masyarakat yang ingin mengetahui lebih lanjut tentang aktivitas dan visi Soboratan Preneur, informasi dan perkembangan komunitas ini dapat ditelusuri melalui kanal komunikasi yang tersedia. Soboratan Preneur membuka ruang kolaborasi bagi siapa pun yang ingin belajar, berbagi, dan berkontribusi untuk masa depan desa yang lebih berdaya.
Karena perubahan besar selalu berawal dari keberanian kecil yang dilakukan bersama.


.jpeg)


