Grobogan, Januari 2026 — Harapan para petani kembali bersemi seiring panen melimpah edamame hasil kemitraan antara PT Kelola Agro Makmur (PT KAM) dan koordinator wilayah Grobogan, Abdul Jalil, yang berlangsung di Posko Okra 08, Kabupaten Grobogan, pada Januari 2026.
Panen ini menjadi bukti nyata bahwa kolaborasi yang terbangun secara konsisten antara petani, koordinator lapangan, dan perusahaan mitra mampu menghasilkan produktivitas yang menjanjikan sekaligus menghadirkan kepastian pasar bagi petani.
Kerja Kolektif Petani, Kunci Keberhasilan Panen
Sejak pagi hari, suasana Posko Okra 08 tampak ramai oleh aktivitas para petani. Dengan penuh semangat, mereka bergotong royong memilah edamame sesuai standar kualitas, sebelum dimasukkan ke dalam karung-karung yang telah disiapkan. Proses ini dilakukan secara teliti untuk memastikan hasil panen tetap segar dan memenuhi kebutuhan industri.
Edamame yang telah dipilah kemudian dikumpulkan di posko untuk diangkut menggunakan armada truk menuju pabrik PT KAM di Temanggung, sebagai bagian dari rantai pasok kemitraan yang telah disepakati sejak awal musim tanam.
Kemitraan yang Memberi Kepastian dan Harapan
Abdul Jalil menyampaikan bahwa panen edamame kali ini bukan sekadar keberhasilan produksi, melainkan simbol harapan baru bagi petani. Melalui kemitraan dengan PT KAM, petani memperoleh pendampingan teknis, kepastian serapan hasil, serta akses pasar yang lebih stabil.
“Petani selama ini sering berada di posisi paling lemah dalam rantai pertanian. Dengan kemitraan seperti ini, petani tidak lagi berjalan sendiri. Ada sistem, ada pendampingan, dan ada kepastian,” ujar Abdul Jalil.
Edamame sebagai Komoditas Strategis
Edamame dinilai sebagai salah satu komoditas strategis yang memiliki permintaan pasar tinggi, baik domestik maupun ekspor. Keberhasilan panen di Grobogan menunjukkan bahwa petani lokal mampu beradaptasi dengan kebutuhan pasar modern, asalkan mendapat dukungan yang tepat.
PT KAM, melalui pola kemitraan yang berkelanjutan, mendorong petani untuk tidak hanya fokus pada hasil panen, tetapi juga pada kualitas, ketepatan waktu, dan keberlanjutan produksi.
Menuju Pertanian yang Berdaya Saing
Panen melimpah edamame di Posko Okra 08 menjadi cermin optimisme baru di sektor pertanian Grobogan. Di tengah tantangan cuaca dan fluktuasi harga, kemitraan yang sehat terbukti mampu menjadi jalan keluar.
Dari sawah ke posko, lalu menuju pabrik, edamame Grobogan membawa pesan kuat: ketika petani diberi ruang sebagai subjek pembangunan, pertanian tidak hanya bertahan, tetapi tumbuh dan memberi harapan.
