Grobogan, 23 April 2024 — Suasana kebersamaan dan semangat gotong royong mewarnai kegiatan Halal Bihalal Petani Okra Desa Taruman, Kecamatan Kandangrejo, Penganten, Kabupaten Grobogan, yang digelar pada Rabu (23/4/2024) di Posko Taruman. Kegiatan ini menjadi ruang silaturahmi sekaligus refleksi perjalanan budidaya okra yang selama ini dijalankan para petani secara kolektif.
Acara tersebut dihadiri para petani okra dari wilayah setempat, Koordinator Okra Abdul Jalil, serta perwakilan dari PT Kelola Agro Makmur (PT KAM), Mba Mul, sebagai mitra pendamping dan pemasaran hasil pertanian okra.
Silaturahmi yang Menyatukan Semangat Petani
Halal bihalal ini tidak sekadar menjadi tradisi pasca-Ramadan, tetapi juga dimaknai sebagai momentum untuk memperkuat solidaritas antarpetani. Di tengah tantangan pertanian yang semakin kompleks—mulai dari cuaca, biaya produksi, hingga fluktuasi pasar—kebersamaan dinilai sebagai modal sosial yang sangat penting.
Dalam suasana yang penuh keakraban, para petani saling berbagi pengalaman, menyampaikan kendala di lapangan, serta mendiskusikan peluang pengembangan budidaya okra ke depan. Diskusi berlangsung cair, namun sarat dengan semangat saling menguatkan.
Peran Koordinator dan Mitra dalam Membangun Kepercayaan
Abdul Jalil, selaku koordinator okra wilayah, menegaskan bahwa keberhasilan budidaya okra di Desa Taruman tidak terlepas dari kepercayaan dan konsistensi para petani dalam menjalankan pola tanam yang terarah. Ia juga menekankan pentingnya komunikasi terbuka antara petani dan mitra agar setiap persoalan dapat segera dicarikan solusi.
“Petani harus berdiri sebagai pelaku utama. Kemitraan hanya akan kuat jika dibangun atas dasar saling percaya, saling belajar, dan saling menjaga komitmen,” ujar Abdul Jalil.
Sementara itu, perwakilan PT KAM, Mba Mul, menyampaikan apresiasi atas semangat para petani Taruman yang terus menjaga kualitas produksi. Menurutnya, kemitraan bukan sekadar hubungan bisnis, melainkan proses pendampingan jangka panjang yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan petani.
Okra sebagai Harapan Baru Pertanian Desa
Budidaya okra yang berkembang di Desa Taruman menjadi contoh bagaimana komoditas alternatif mampu membuka peluang ekonomi baru bagi petani. Dengan pendampingan teknis dan kepastian pemasaran dari PT KAM, petani tidak lagi berjalan sendiri dalam menghadapi pasar.
Kegiatan halal bihalal ini sekaligus memperkuat tekad bersama untuk menjaga kualitas, meningkatkan produktivitas, dan memperluas jejaring petani okra di wilayah Grobogan.
Menjaga Tradisi, Menguatkan Masa Depan
Di tengah arus modernisasi pertanian, kegiatan sederhana seperti halal bihalal justru menjadi pengingat bahwa pertanian bukan hanya soal produksi, tetapi juga tentang hubungan manusia, nilai kebersamaan, dan keberlanjutan. Dari Posko Taruman, para petani okra meneguhkan kembali komitmen mereka: tumbuh bersama, saling menguatkan, dan melangkah maju dengan keyakinan.
