Kudus, Desember 2025 — Upaya penguatan sektor pertanian melalui pola kemitraan kembali menunjukkan hasil nyata. Hal ini terlihat dalam kunjungan Koordinator Pertanian Abdul Jalil ke lahan budidaya edamame di Kabupaten Kudus, Desember 2025. Kunjungan tersebut sekaligus menjadi evaluasi lapangan atas keberhasilan petani dalam menanam dan memanen edamame, komoditas hortikultura bernilai ekonomi tinggi yang kini mulai diminati.
Edamame yang dibudidayakan petani Kudus ini merupakan bagian dari program kemitraan bersama PT Kelola Agro Makmur (PT KAM) Temanggung, yang selama ini dikenal aktif mendampingi petani melalui sistem pertanian terintegrasi dan berorientasi pasar.
Edamame sebagai Komoditas Kemitraan yang Memudahkan Petani
Dalam kesempatan tersebut, Abdul Jalil menjelaskan bahwa edamame dipilih sebagai salah satu komoditas unggulan karena memiliki siklus tanam relatif singkat, permintaan pasar yang stabil, serta nilai jual yang menjanjikan. Lebih dari itu, kemitraan dengan PT KAM Temanggung memberikan kemudahan signifikan bagi petani.
“Petani tidak berjalan sendiri. Mulai dari penyediaan benih, pendampingan teknis, hingga akses pemasaran, semuanya mendapatkan dukungan,” ujar Abdul Jalil di sela-sela kunjungannya.
Skema kemitraan ini dinilai mampu mengurangi risiko petani, terutama dalam menghadapi ketidakpastian pasar dan fluktuasi harga. Dengan adanya dukungan dari PT KAM, petani dapat lebih fokus pada proses budidaya dan kualitas hasil panen.
Hasil Panen Menggembirakan, Antusiasme Petani Meningkat
Hasil panen edamame di beberapa lahan yang dikunjungi menunjukkan kualitas yang baik. Polong edamame tumbuh seragam, segar, dan memenuhi standar pasar. Keberhasilan ini disambut dengan antusias oleh para petani, yang sebelumnya masih ragu mencoba komoditas baru di luar tanaman pangan konvensional.
Bagi sebagian petani, edamame menjadi pintu masuk untuk memahami bahwa pertanian modern tidak hanya soal menanam, tetapi juga tentang manajemen, disiplin, dan kemitraan. Keberhasilan panen ini mendorong mereka untuk memperluas luasan tanam di musim berikutnya.
Pendampingan dan Kepastian Pasar Jadi Kunci
Abdul Jalil menegaskan bahwa keberhasilan budidaya edamame di Kudus tidak terlepas dari pendampingan intensif dan kepastian pasar yang dibangun melalui kemitraan dengan PT KAM Temanggung. Pola ini menciptakan rasa aman bagi petani, sekaligus meningkatkan kepercayaan diri mereka untuk berinovasi.
Model kemitraan tersebut juga memperkuat solidaritas antarpetani, karena mereka saling berbagi pengalaman dan solusi atas kendala teknis di lapangan. Pendekatan kolektif ini dinilai lebih efektif dibanding pola tanam individual tanpa arah pasar yang jelas.
Menumbuhkan Optimisme Pertanian Masa Depan
Kunjungan lapangan ini menjadi bukti bahwa pertanian berbasis kemitraan dan pendampingan berkelanjutan masih memiliki masa depan yang cerah. Keberhasilan edamame di Kabupaten Kudus bukan hanya tentang hasil panen, tetapi juga tentang tumbuhnya optimisme dan kesadaran petani bahwa mereka bisa menjadi pelaku utama dalam sistem pertanian yang lebih adil dan menguntungkan.
Dengan dukungan PT KAM Temanggung serta peran koordinator lapangan seperti Abdul Jalil, diharapkan edamame dapat terus berkembang sebagai komoditas alternatif yang mampu meningkatkan kesejahteraan petani, sekaligus memperkuat ketahanan ekonomi pertanian di daerah.

