Sosialisasi Budidaya Okra di Bojonegoro, Dorong Pertanian Alternatif Bernilai Ekonomi Tinggi

CenterSoboratan
0

 

Bojonegoro, Mei 2023 — Upaya memperkenalkan komoditas pertanian alternatif yang bernilai ekonomi terus digencarkan. Salah satunya melalui kegiatan sosialisasi budidaya tanaman okra yang dilaksanakan bersama warga di Kabupaten Bojonegoro pada Mei 2023. Kegiatan ini turut dihadiri salah satu anggota DPRD Kabupaten Bojonegoro serta Koordinator Okra Jawa Tengah, Abdul Jalil, sebagai narasumber utama.

Sosialisasi ini menjadi ruang dialog terbuka antara petani, masyarakat, dan pemangku kebijakan dalam membaca peluang baru sektor pertanian di tengah tantangan harga komoditas yang fluktuatif dan keterbatasan pilihan usaha tani konvensional.

Okra sebagai Peluang Baru bagi Petani

Dalam pemaparannya, Abdul Jalil menjelaskan bahwa okra memiliki keunggulan dari sisi masa tanam yang relatif singkat, perawatan yang sederhana, serta permintaan pasar yang stabil, khususnya untuk kebutuhan industri dan pasar ekspor. Kondisi ini menjadikan okra sebagai alternatif yang layak dikembangkan oleh petani di Bojonegoro yang selama ini bergantung pada pola tanam musiman.

Ia juga menekankan bahwa pengembangan okra tidak hanya berbicara soal tanaman, tetapi juga tentang perubahan pola pikir petani—dari sekadar produksi menuju pertanian berbasis pasar dan kemitraan.

Peran Pemerintah Daerah dalam Penguatan Petani

Kehadiran anggota DPRD Kabupaten Bojonegoro dalam kegiatan tersebut menjadi sinyal positif atas dukungan legislatif terhadap inovasi sektor pertanian. Dalam dialog bersama warga, disampaikan pentingnya sinergi antara petani dan pemerintah daerah, khususnya dalam hal pendampingan, akses informasi, serta kebijakan yang berpihak pada penguatan ekonomi petani.

Anggota DPRD tersebut mengapresiasi inisiatif sosialisasi okra sebagai langkah awal membangun kesadaran petani terhadap komoditas non-konvensional yang berpotensi meningkatkan pendapatan dan memperkuat ketahanan ekonomi desa.

Antusiasme Warga dan Harapan Keberlanjutan

Antusiasme warga terlihat dari berbagai pertanyaan yang muncul, mulai dari teknis budidaya, permodalan, hingga jaminan pemasaran hasil panen. Hal ini menunjukkan adanya ketertarikan dan kebutuhan nyata petani terhadap alternatif usaha tani yang lebih menjanjikan.

Bagi para petani, sosialisasi ini membuka harapan baru bahwa bertani tidak selalu identik dengan ketidakpastian. Dengan pendampingan yang tepat dan sistem kemitraan yang jelas, okra dinilai mampu menjadi pintu masuk menuju pertanian yang lebih modern, terencana, dan berkelanjutan.

Menanam Harapan dari Bojonegoro

Sosialisasi okra di Bojonegoro bukan sekadar kegiatan penyuluhan, melainkan bagian dari proses panjang membangun ekosistem pertanian yang adaptif terhadap perubahan zaman. Kolaborasi antara petani, koordinator wilayah, dan wakil rakyat diharapkan dapat melahirkan model pertanian baru yang berpihak pada petani sebagai subjek pembangunan.

Dari Bojonegoro, benih harapan itu ditanam—bahwa dengan pengetahuan, kemitraan, dan keberanian mencoba hal baru, pertanian tetap memiliki masa depan cerah di tangan para petani.

Tags

Posting Komentar

0 Komentar

Posting Komentar (0)
3/related/default