Tiga Macam Keimanan dalam Islam dan Relevansinya di Era Digital

CenterSoboratan
0

 

Tiga Macam Keimanan dalam Islam dan Relevansinya di Era Digital

Perkembangan teknologi digital telah mengubah cara manusia berkomunikasi, bekerja, dan menjalani kehidupan sehari-hari. Media sosial, internet, dan kecerdasan buatan memberikan banyak kemudahan, namun juga menghadirkan tantangan besar bagi keimanan seorang muslim. Di tengah derasnya arus informasi digital, memahami tiga macam keimanan dalam Islam—keimanan lahiriah, keimanan ‘aqliah, dan keimanan qolbiah—menjadi semakin penting agar iman tetap terjaga dan tidak tergerus oleh perkembangan zaman.

Keimanan dalam Islam tidak hanya sebatas pengakuan lisan, tetapi mencakup keyakinan dalam hati, pemahaman dengan akal, serta pembuktian melalui perbuatan. Dalam kehidupan digital yang serba cepat, iman berperan sebagai pengendali dan penyaring agar teknologi digunakan secara bijak, bertanggung jawab, dan tidak melanggar nilai-nilai agama.

Keimanan lahiriah adalah iman yang tampak dalam perilaku nyata, termasuk dalam aktivitas di dunia digital. Seorang muslim yang memiliki keimanan lahiriah akan menjaga adab saat berinteraksi di media sosial, menghindari perkataan kasar, serta tidak menyebarkan hoaks, fitnah, dan ujaran kebencian. Ia juga memanfaatkan teknologi untuk hal-hal yang bermanfaat seperti mencari ilmu, berdakwah, dan berbagi kebaikan, serta menjaga pandangan dari konten yang tidak pantas. Kesadaran bahwa aktivitas di dunia maya juga dicatat sebagai amal membuatnya lebih berhati-hati dalam bersikap.

Keimanan ‘aqliah adalah iman yang dibangun atas dasar akal, ilmu, dan pemahaman yang benar. Dalam dunia digital yang dipenuhi informasi tanpa batas, keimanan ini sangat dibutuhkan agar seseorang mampu membedakan antara kebenaran dan kebatilan. Dengan keimanan ‘aqliah, seorang muslim tidak mudah terprovokasi oleh informasi menyesatkan, menggunakan akal sehat sebelum membagikan konten, serta memahami bahwa teknologi hanyalah alat yang harus diarahkan untuk tujuan yang baik. Keimanan ini melahirkan sikap kritis dan bijak dalam menyikapi perkembangan teknologi.

Keimanan qolbiah merupakan iman yang bersemayam di dalam hati, berupa kesadaran bahwa Allah SWT senantiasa mengawasi, baik di dunia nyata maupun di ruang digital. Keimanan ini mendorong seseorang untuk tetap jujur meskipun tidak diawasi manusia, tidak mencari pengakuan berlebihan melalui jumlah suka atau pengikut, serta menjaga keikhlasan dalam beramal dan berbagi kebaikan di media sosial. Dengan keimanan qolbiah, seorang muslim mampu mengendalikan hatinya dari sifat iri, dengki, dan riya yang sering muncul dalam kehidupan digital.

Dunia digital membawa berbagai tantangan bagi keimanan, seperti derasnya arus informasi yang dapat melemahkan fokus ibadah, maraknya konten negatif yang merusak akhlak, budaya pamer dan pencitraan, serta ketergantungan berlebihan pada gawai dan media sosial. Tanpa keimanan yang utuh, teknologi justru dapat menjauhkan manusia dari nilai-nilai spiritual.

Oleh karena itu, tiga macam keimanan dalam Islam—lahiriah, ‘aqliah, dan qolbiah—sangat relevan dalam menghadapi kehidupan di era digital. Keimanan lahiriah menjaga perilaku, keimanan ‘aqliah melindungi dari kesesatan pemikiran, dan keimanan qolbiah menjaga kebersihan hati. Dengan keimanan yang seimbang, teknologi tidak menjadi ancaman, melainkan sarana untuk mendekatkan diri kepada Allah dan menebarkan kebaikan di tengah masyarakat. (@MAZ)

Tags
  • Lebih baru

    Tiga Macam Keimanan dalam Islam dan Relevansinya di Era Digital

Posting Komentar

0 Komentar

Posting Komentar (0)
3/related/default