Banjir Bandang dan Longsor Terjang Sangkanayu, Serang, dan Kutabawa, Sejumlah Wilayah Terisolir

CenterSoboratan
0

 

Purbalingga – Bencana banjir bandang dan longsor melanda Desa Sangkanayu, Desa Serang, dan Desa Kutabawa, Kabupaten Purbalingga, akibat hujan lebat yang mengguyur wilayah lereng Gunung Slamet dalam beberapa jam terakhir. Bencana tersebut mengakibatkan kerusakan infrastruktur, rumah warga hanyut, serta memaksa ratusan warga mengungsi.

Berdasarkan laporan sementara, sedikitnya tujuh rumah warga dilaporkan hanyut terbawa derasnya aliran Sungai Soso yang berhulu di lereng timur Gunung Slamet. Air bah membawa material lumpur, bebatuan, dan kayu besar, menerjang permukiman warga yang berada di sepanjang bantaran sungai.

Rumah, Ternak, dan Infrastruktur Terdampak

Selain merusak permukiman, banjir bandang juga menyebabkan puluhan ternak milik warga hilang terbawa arus. Kerugian ini menambah beban warga yang sebagian besar menggantungkan hidup dari sektor pertanian dan peternakan.

Tak hanya itu, dua jembatan penghubung Purbalingga–Serang dilaporkan mengalami kerusakan parah. Putusnya jembatan dan tertutupnya jalan oleh material longsor menyebabkan sejumlah wilayah terisolir, sehingga menyulitkan distribusi bantuan dan akses evakuasi.

Ratusan Warga Mengungsi

Kepala Pelaksana BPBD setempat, Kuat, menjelaskan bahwa di Dusun Bambangan tercatat 110 jiwa dari 31 kepala keluarga terpaksa mengungsi demi keselamatan. Warga dievakuasi ke lokasi yang lebih aman sambil menunggu kondisi cuaca membaik.

“Hingga saat ini hujan masih mengguyur wilayah terdampak, disertai angin kencang,” ujar Kuat.

Kondisi tersebut semakin diperparah dengan terputusnya aliran listrik di Dusun Gunung Malang, sehingga komunikasi antarwilayah menjadi terkendala.

Penanganan Darurat Terus Dilakukan

Sebagai langkah cepat, BPBD telah mengoordinir warga, relawan, dan unsur terkait untuk membentuk Tim Gabungan. Tim ini fokus pada upaya pembersihan material banjir dan longsor, pembukaan akses jalan, serta pendataan dampak kerusakan.

Penanganan darurat masih terus berlangsung dengan prioritas utama pada keselamatan warga, pemulihan akses transportasi, dan pemenuhan kebutuhan dasar pengungsi.

Imbauan dan Doa untuk Warga Terdampak

Pemerintah daerah mengimbau masyarakat, khususnya yang tinggal di wilayah rawan bencana, agar tetap waspada terhadap potensi hujan susulan yang dapat memicu banjir bandang dan longsor lanjutan.

Doa dan simpati terus mengalir bagi seluruh warga terdampak.
Semoga masyarakat yang terdampak diberikan ketabahan, kesabaran, serta keselamatan, dan proses penanganan dapat berjalan lancar hingga kondisi kembali pulih.

Tags

Posting Komentar

0 Komentar

Posting Komentar (0)
3/related/default