Upaya memperkuat sektor pertanian tidak cukup hanya berhenti pada peningkatan produksi, tetapi juga harus menyentuh aspek pembangunan sumber daya manusia petani. Kesadaran inilah yang melatarbelakangi lahirnya Program Beasiswa untuk Petani Okra, hasil kerja sama antara PT Kelola Agro Makmur (PT KAM) dan PT Petrokimia Gresik, yang secara resmi dilaksanakan pada 21 Mei 2024.
Program ini menjadi langkah strategis dalam mendorong peningkatan kapasitas petani, khususnya petani okra, agar tidak hanya terampil di lahan, tetapi juga memiliki akses terhadap pendidikan dan pengembangan diri yang berkelanjutan.
Simbol Kepedulian Nyata Dunia Industri kepada Petani
Dalam pelaksanaan program tersebut, Abdul Jalil, selaku Koordinator PT KAM Wilayah Jawa Tengah, hadir dan turut mewakili PT KAM dalam prosesi simbolis. Kehadiran Abdul Jalil bukan sekadar formalitas, melainkan representasi dari kedekatan PT KAM dengan petani di lapangan, mengingat perannya yang selama ini dikenal aktif mendampingi petani okra di berbagai daerah.
Kolaborasi PT KAM dan Petrokimia Gresik ini menegaskan bahwa dunia industri memiliki peran penting dalam menciptakan ekosistem pertanian yang adil dan berkelanjutan. Beasiswa yang diberikan tidak hanya dimaknai sebagai bantuan finansial, tetapi sebagai investasi jangka panjang bagi masa depan pertanian Indonesia.
Menjawab Tantangan Regenerasi Petani
Salah satu tantangan terbesar pertanian nasional saat ini adalah menurunnya minat generasi muda untuk terjun ke sektor pertanian. Program beasiswa ini diharapkan menjadi jawaban atas persoalan tersebut, dengan membuka peluang bagi keluarga petani dan generasi penerusnya untuk mengakses pendidikan yang lebih baik.
Dengan pendidikan yang memadai, petani diharapkan mampu meningkatkan pemahaman terkait teknologi pertanian, manajemen usaha tani, hingga pemasaran hasil panen. Hal ini akan mendorong perubahan paradigma petani dari sekadar produsen bahan mentah menjadi pelaku usaha pertanian yang mandiri dan berdaya saing.
Pertanian yang Berbasis Ilmu dan Kolaborasi
Program beasiswa ini juga mencerminkan semangat pertanian modern yang berbasis ilmu pengetahuan, kolaborasi, dan keberlanjutan. Petrokimia Gresik sebagai BUMN di bidang agroindustri, bersama PT KAM yang selama ini bergerak dalam kemitraan petani okra, menunjukkan bahwa sinergi lintas sektor mampu menghadirkan solusi konkret bagi persoalan pertanian di tingkat akar rumput.
Abdul Jalil menilai bahwa inisiatif ini sejalan dengan harapan para petani, agar mereka tidak lagi hanya menjadi objek kebijakan, melainkan subjek pembangunan pertanian yang memiliki akses terhadap pengetahuan, kesempatan, dan masa depan yang lebih baik.
Harapan: Petani Tangguh, Pertanian Berkelanjutan
Melalui program beasiswa ini, PT KAM dan Petrokimia Gresik menanam harapan besar lahirnya petani-petani yang tangguh secara ekonomi, cakap secara pengetahuan, dan kuat secara mental. Pendidikan diharapkan menjadi jembatan bagi petani untuk beradaptasi dengan perubahan zaman tanpa kehilangan akar nilai-nilai kearifan lokal.
Lebih dari sekadar seremoni, beasiswa petani okra ini menjadi simbol bahwa ketika dunia usaha, industri, dan petani berjalan bersama, maka pertanian tidak hanya mampu bertahan, tetapi juga tumbuh sebagai sektor yang bermartabat dan menjanjikan.
.jpeg)

.jpeg)