Modernisasi Pertanian di Grobogan: Sosialisasi Tanam Padi Bersama PT Maxxi Tani Dorong Efisiensi dan Kemandirian Petani

CenterSoboratan
0

 

Grobogan - Transformasi pertanian menuju arah yang lebih modern dan berkelanjutan terus diupayakan di berbagai daerah. Salah satunya terlihat dalam kegiatan sosialisasi tanam padi berbasis teknologi yang digelar melalui kerja sama PT Maxxi Tani bersama Koordinator Okra wilayah Jawa Tengah, Abdul Jalil, di wilayah Kabupaten Grobogan.

Kegiatan ini menjadi momentum penting bagi petani setempat untuk mengenal dan mempraktikkan penggunaan alat dan mesin pertanian (alsintan) modern, khususnya rice transplanter dan drone pertanian dari Maxxi Tani. Teknologi tersebut diperkenalkan sebagai solusi atas tantangan klasik pertanian: keterbatasan tenaga kerja, efisiensi waktu tanam, serta peningkatan hasil produksi.

Rice Transplanter dan Drone: Teknologi yang Mengubah Cara Bertani

Dalam sosialisasi tersebut, PT Maxxi Tani memperkenalkan dua teknologi utama:

Rice Transplanter (Mesin Tanam Padi)

Rice transplanter adalah mesin yang digunakan untuk menanam bibit padi secara otomatis dan seragam. Berbeda dengan sistem tanam manual yang mengandalkan banyak tenaga kerja dan waktu panjang, mesin ini mampu:

  • Menanam padi dengan jarak tanam yang presisi

  • Menghemat tenaga dan biaya tanam

  • Mempercepat proses tanam hingga beberapa kali lipat

  • Menghasilkan pertumbuhan tanaman yang lebih seragam

Dengan jarak tanam yang terukur, tanaman padi mendapatkan ruang tumbuh optimal, sehingga penyerapan nutrisi dan cahaya matahari menjadi lebih maksimal.

Drone Pertanian

Drone pertanian dari Maxxi Tani digunakan untuk:

  • Penyemprotan pupuk cair dan pestisida

  • Pemantauan kondisi tanaman dari udara

  • Efisiensi penggunaan pupuk dan obat tanaman

Penggunaan drone mampu menjangkau lahan luas dalam waktu singkat, sekaligus mengurangi risiko kesehatan petani akibat paparan bahan kimia. Selain itu, penyemprotan menjadi lebih merata dan tepat sasaran.

Pentingnya Teknologi bagi Masa Depan Petani

Pengenalan teknologi ini bukan sekadar mengikuti tren, melainkan menjawab kebutuhan nyata petani di lapangan. Abdul Jalil menilai bahwa mekanisasi dan digitalisasi pertanian adalah keniscayaan, terutama di tengah berkurangnya tenaga kerja pertanian dan meningkatnya biaya produksi.

Saat ini, di wilayah pendampingannya, terdapat sekitar 70 petani aktif dari total 90 petani yang menerapkan sistem tanam rolling. Pola tanam ini mengombinasikan berbagai komoditas seperti padi, jagung, edamame, okra, dan bawang merah, sehingga lahan dapat berproduksi sepanjang tahun dan risiko gagal panen dapat ditekan.

Dengan dukungan teknologi, sistem tanam rolling menjadi lebih terukur, efisien, dan berkelanjutan.

Hasil Nyata Sudah Dirasakan Petani

Alhamdulillah, hasil dari sosialisasi dan penerapan teknologi ini mulai dirasakan oleh para petani. Ada 5 petani yang mengikuti program dari PT. Maxxi. Proses tanam menjadi lebih cepat, biaya operasional menurun, dan pengelolaan lahan menjadi lebih rapi. Hal ini berdampak langsung pada meningkatnya kepercayaan petani terhadap inovasi teknologi pertanian.

Lebih dari itu, kegiatan ini juga mengubah cara pandang petani terhadap teknologi. Jika sebelumnya alsintan modern dianggap mahal dan rumit, kini petani mulai melihatnya sebagai alat bantu strategis untuk meningkatkan kesejahteraan.

Harapan Abdul Jalil: Petani Naik Kelas

Abdul Jalil berharap kerja sama antara petani, PT Maxxi Tani, dan mitra pendamping seperti PT KAM dapat terus berlanjut dan diperluas. Ia menekankan bahwa teknologi harus diiringi dengan pendampingan, edukasi, dan pola kemitraan yang adil.

“Harapan kami, petani tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga memahami manajemennya, sehingga petani bisa naik kelas dan berdaulat di lahannya sendiri,” ujarnya.

Melalui kolaborasi ini, Abdul Jalil ingin membuktikan bahwa petani lokal mampu beradaptasi dengan perubahan zaman tanpa kehilangan identitasnya sebagai penjaga pangan bangsa.

Menuju Pertanian yang Efisien dan Bermartabat

Kegiatan sosialisasi tanam padi bersama PT Maxxi Tani ini menjadi contoh bahwa modernisasi pertanian tidak harus meninggalkan kearifan lokal, tetapi justru memperkuatnya dengan sentuhan teknologi. Ketika petani diberi akses, pendampingan, dan kepercayaan, maka pertanian bukan hanya bertahan, tetapi tumbuh menjadi sektor yang menjanjikan masa depan.

Tags

Posting Komentar

0 Komentar

Posting Komentar (0)
3/related/default