Kunjungan Mas Mardikan PSHT ke Soboratan Preneur, Menguatkan Sinergi Pemberdayaan Warga dan Potensi Lokal Banjarnegara

CenterSoboratan
0

 

Banjarnegara – Upaya pemberdayaan warga berbasis potensi lokal terus menunjukkan geliat positif. Hal tersebut terlihat dalam kunjungan Mas Mardikan, salah satu tokoh Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT), ke Soboratan Preneur dalam rangka agenda pemberdayaan ekonomi warga PSHT. Kunjungan ini difokuskan pada peninjauan lahan budidaya okra serta lokasi pembudidayaan ikan mas milik Pak Tusmino di wilayah Gumiwang, Banjarnegara.

Kegiatan ini bukan sekadar kunjungan seremonial, melainkan ruang dialog dan pertukaran gagasan tentang bagaimana potensi pertanian, perikanan, dan peternakan yang telah ada di masyarakat dapat dikelola secara lebih serius, berkelanjutan, dan berdampak langsung bagi kesejahteraan warga.


Melihat Potensi Nyata, Membuka Peluang Nyata

Dalam kunjungan tersebut, Mas Mardikan melihat langsung proses budidaya tanaman okra yang selama ini dikembangkan oleh Soboratan Preneur sebagai salah satu komoditas pertanian bernilai ekonomi. Selain itu, lokasi budidaya ikan mas yang dikelola Pak Tusmino juga menjadi contoh konkret bahwa sektor perikanan rakyat memiliki peluang besar jika dikelola dengan pendampingan dan jejaring yang tepat.

Potensi-potensi tersebut menunjukkan bahwa desa tidak kekurangan sumber daya. Tantangan utama justru terletak pada bagaimana menghubungkan pengetahuan, kemauan, dan sistem agar potensi yang ada tidak berhenti sebatas aktivitas subsisten, tetapi berkembang menjadi sumber penghidupan yang lebih mapan.

Harapan Besar untuk Warga PSHT

Pak Eko, perwakilan Soboratan Preneur sekaligus warga PSHT, menyampaikan harapan besarnya agar kegiatan seperti ini dapat menjadi pemantik kesadaran bersama, khususnya di kalangan warga PSHT, untuk lebih serius memanfaatkan potensi daerah.

“Banyak potensi yang sebenarnya sudah ada di sekitar kita. Tinggal bagaimana kita mau mengelola, belajar, dan saling menguatkan. Harapannya, warga PSHT tidak hanya kuat secara persaudaraan, tetapi juga mandiri secara ekonomi,” ungkap Pak Eko.

Ia menambahkan, Soboratan Preneur berupaya hadir sebagai penghubung antara potensi lokal dengan pendampingan, jejaring kemitraan, serta pola pikir kewirausahaan yang berkelanjutan.

Benang Merah Menuju Kolaborasi Jangka Panjang

Dari obrolan dan diskusi yang terjalin dalam kunjungan tersebut, muncul benang merah yang mengarah pada peluang kerja sama ke depan. Bidang pertanian, perikanan, dan peternakan dipandang sebagai sektor strategis yang saling terhubung dan dapat dikembangkan secara terpadu.

Kolaborasi antarsesama warga, dukungan komunitas, serta keterlibatan organisasi seperti PSHT dinilai mampu menjadi kekuatan sosial yang mendorong tumbuhnya ekonomi kerakyatan. Dengan pendekatan ini, pemberdayaan tidak hanya bersifat individu, tetapi kolektif dan berjangka panjang.

Inspirasi dari Desa untuk Kemandirian

Kunjungan ini menjadi pengingat bahwa perubahan besar sering kali berawal dari langkah-langkah kecil: melihat, berdialog, dan berani mencoba. Ketika persaudaraan dipadukan dengan semangat produktif, desa tidak lagi sekadar menjadi penonton pembangunan, melainkan pelaku utama.

Diharapkan, kegiatan seperti ini dapat terus berlanjut dan menginspirasi lebih banyak warga, khususnya generasi muda PSHT, untuk terlibat aktif dalam pengembangan potensi lokal demi terwujudnya kemandirian ekonomi dan kesejahteraan bersama.

Posting Komentar

0 Komentar

Posting Komentar (0)
3/related/default