Maulid Akbar Nabi Muhammad SAW 1446 H: Meraih Keberkahan Hidup Melalui Nilai Persatuan

CenterSoboratan
0

 

Banjarnegara – Peringatan Maulid Akbar Nabi Muhammad SAW tahun 1446 Hijriah (2024 M) menjadi momentum spiritual sekaligus sosial bagi masyarakat untuk kembali meneguhkan nilai-nilai persatuan dalam kehidupan bermasyarakat. Kegiatan yang berlangsung dengan penuh khidmat ini menghadirkan Al Habib Muh bin Syuaib sebagai penceramah utama dengan tema “Meraih Keberkahan Hidup dengan Nilai Persatuan.”

Maulid Akbar tidak hanya dipahami sebagai perayaan kelahiran Nabi Muhammad SAW, tetapi juga sebagai ruang refleksi bersama tentang bagaimana ajaran Rasulullah SAW mampu menjadi solusi atas berbagai persoalan sosial yang dihadapi umat saat ini, khususnya terkait dengan menjaga persatuan di tengah perbedaan.

Sinergi Ulama, Umaro, dan Masyarakat

Kegiatan ini dihadiri oleh berbagai unsur strategis, mulai dari pemerintah desa, Babinsa, Bhabinkamtibmas, organisasi PSHT, tokoh masyarakat, hingga Komunitas Soboratan Preneur. Kehadiran lintas elemen tersebut menunjukkan kuatnya sinergi antara ulama, umaro, dan masyarakat dalam membangun kehidupan sosial yang harmonis dan berlandaskan nilai keagamaan.

Maulid Akbar menjadi simbol kebersamaan, di mana perbedaan latar belakang organisasi, profesi, dan pandangan dilebur dalam satu majelis cinta kepada Rasulullah SAW.





Pesan Persatuan sebagai Sumber Keberkahan

Dalam tausiyahnya, Al Habib Muh bin Syuaib menegaskan bahwa keberkahan hidup tidak hanya lahir dari kesalehan individual, tetapi juga dari kemampuan umat untuk menjaga persatuan dan menghindari perpecahan. Menurut beliau, Rasulullah SAW adalah teladan utama dalam membangun masyarakat Madinah yang majemuk, namun mampu hidup berdampingan dengan damai melalui prinsip keadilan, musyawarah, dan saling menghormati.

Persatuan, lanjutnya, merupakan pintu masuk bagi turunnya keberkahan, baik dalam kehidupan pribadi, keluarga, maupun dalam tatanan sosial yang lebih luas.

Nilai Maulid dalam Konteks Sosial Kekinian

Di tengah tantangan zaman yang ditandai oleh polarisasi sosial, konflik kepentingan, dan mudahnya provokasi di ruang digital, pesan persatuan yang diangkat dalam Maulid Akbar ini menjadi sangat relevan. Masyarakat diajak untuk tidak mudah terpecah oleh perbedaan pandangan, serta menjadikan nilai kasih sayang dan akhlak Rasulullah SAW sebagai pedoman dalam menyikapi dinamika kehidupan.

Kehadiran aparat keamanan dan unsur pemerintahan dalam kegiatan ini juga menegaskan bahwa nilai keagamaan dan stabilitas sosial berjalan beriringan, saling menguatkan demi terciptanya ketenteraman masyarakat.

Peran Komunitas dan Organisasi dalam Menjaga Harmoni

Organisasi PSHT dan Komunitas Soboratan Preneur yang turut hadir menunjukkan peran aktif komunitas dalam menjaga harmoni sosial melalui pendekatan persaudaraan, pengabdian, dan pemberdayaan masyarakat. Maulid Akbar menjadi pengingat bahwa organisasi dan komunitas memiliki tanggung jawab moral untuk menjadi teladan dalam merawat persatuan dan menebarkan manfaat di tengah masyarakat.

Harapan Bersama

Melalui peringatan Maulid Akbar Nabi Muhammad SAW 1446 H ini, masyarakat berharap nilai-nilai persatuan semakin mengakar dalam kehidupan sehari-hari. Dengan menjadikan Rasulullah SAW sebagai teladan, keberkahan hidup diyakini akan lahir dari sikap saling menghargai, gotong royong, dan kepedulian sosial.

Maulid Akbar ini pun menjadi pesan kuat bahwa persatuan bukan sekadar slogan, melainkan jalan nyata menuju kehidupan yang lebih berkah, damai, dan bermartabat.

Tags

Posting Komentar

0 Komentar

Posting Komentar (0)
3/related/default