Banjarnegara – Peringatan Maulid Akbar Nabi Muhammad SAW tahun 2025 menjadi momentum penting bagi umat Islam dan masyarakat luas untuk kembali meneguhkan nilai keteladanan Rasulullah SAW dalam kehidupan sosial, kebangsaan, dan persaudaraan. Kegiatan yang berlangsung dengan penuh kekhidmatan ini menghadirkan Al Habib Hasan Alydrus sebagai penceramah utama, sekaligus dirangkai dengan tasyakuran warga baru PSHT dari Padepokan Sedulur Selawase.
Mengusung tema “Meneladani Nabi, Merawat Persaudaraan, dan Meraih Semangat Kemerdekaan”, Maulid Akbar ini tidak hanya menjadi perayaan spiritual, tetapi juga ruang refleksi kolektif tentang pentingnya menjaga ukhuwah dan semangat kebangsaan di tengah dinamika masyarakat yang terus berkembang.
Perpaduan Spirit Keagamaan dan Nilai Persaudaraan
Maulid Nabi Muhammad SAW dipahami sebagai momentum untuk mengenang dan meneladani akhlak Rasulullah SAW yang penuh kasih sayang, keadilan, dan persaudaraan. Nilai-nilai inilah yang menjadi benang merah dalam kegiatan tasyakuran warga baru PSHT, yang menegaskan bahwa persaudaraan sejati lahir dari sikap saling menghormati, menjaga adab, dan mengedepankan kemanusiaan.
PSHT sebagai organisasi pencak silat dan persaudaraan menempatkan nilai moral dan spiritual sebagai fondasi utama dalam pembinaan warganya. Momentum Maulid Akbar ini menjadi pengingat bahwa kekuatan persaudaraan harus selalu sejalan dengan nilai keislaman dan kebangsaan.
Pesan Al Habib Hasan Alydrus: Akhlak Nabi sebagai Fondasi Bangsa
Dalam tausiyahnya, Al Habib Hasan Alydrus menekankan bahwa keteladanan Nabi Muhammad SAW adalah kunci dalam membangun masyarakat yang beradab dan bangsa yang kuat. Menurut beliau, kemerdekaan sejati bukan hanya bebas dari penjajahan fisik, tetapi juga kemerdekaan dari sifat egoisme, perpecahan, dan kebencian.
Rasulullah SAW, lanjutnya, telah memberi teladan bagaimana membangun persatuan di tengah perbedaan, sebagaimana tercermin dalam kehidupan masyarakat Madinah. Nilai ini relevan untuk terus dijaga dalam konteks keindonesiaan yang majemuk.
Kehadiran Lintas Elemen, Simbol Persatuan Sosial
Kegiatan ini dihadiri oleh berbagai unsur, mulai dari pemerintah setempat, alim ulama, tokoh masyarakat, warga PSHT, hingga Komunitas Soboratan Preneur. Kehadiran lintas elemen tersebut menjadi simbol nyata kuatnya kolaborasi antara unsur keagamaan, kebudayaan, dan komunitas sosial dalam menjaga harmoni di tengah masyarakat.
Soboratan Preneur sebagai komunitas sosial turut mendukung kegiatan ini sebagai bagian dari komitmen mereka dalam menguatkan nilai kebersamaan dan pengabdian sosial berbasis spiritual.
Maulid sebagai Ruang Edukasi dan Konsolidasi Moral
Lebih dari sekadar peringatan seremonial, Maulid Akbar Nabi Muhammad SAW 2025 ini menjadi ruang edukasi moral dan konsolidasi sosial. Masyarakat diajak untuk menempatkan nilai persaudaraan sebagai kekuatan utama dalam menghadapi tantangan zaman, baik di bidang sosial, ekonomi, maupun budaya.
Perpaduan antara Maulid Nabi dan tasyakuran warga baru PSHT menunjukkan bahwa tradisi keagamaan dan pembinaan organisasi dapat berjalan seiring, saling menguatkan, dan memberi dampak positif bagi masyarakat luas.
Harapan dan Refleksi Bersama
Melalui kegiatan ini, masyarakat berharap nilai-nilai keteladanan Nabi Muhammad SAW dapat terus hidup dalam perilaku sehari-hari, baik di lingkungan keluarga, organisasi, maupun masyarakat luas. Persaudaraan yang dirawat dengan akhlak dan semangat kemerdekaan diyakini akan melahirkan kehidupan sosial yang damai, kuat, dan bermartabat.
Maulid Akbar Nabi Muhammad SAW 2025 pun menjadi pengingat bahwa cinta kepada Nabi bukan hanya dilafalkan dalam shalawat, tetapi diwujudkan dalam sikap, persaudaraan, dan pengabdian kepada sesama.




