Banjarnegara – Peringatan Maulid Akbar Nabi Muhammad SAW kembali digelar dengan penuh kekhidmatan pada Ahad, 17 Oktober 2023, bertempat di Pondok Pesantren Miftahul Mubtadiin, Dusun Karang Pucung RT 01 RW 07, Desa Kaliwinasuh, Kecamatan Purwareja Klampok, Kabupaten Banjarnegara. Kegiatan ini menjadi ruang spiritual sekaligus sosial bagi masyarakat untuk memperkuat kecintaan kepada Rasulullah SAW dan meneguhkan nilai-nilai keteladanan beliau dalam kehidupan sehari-hari.
Acara Maulid Akbar ini diasuh oleh Ustadz Mufhimin selaku pengasuh Pondok Pesantren Miftahul Mubtadiin, dengan menghadirkan Gus Abror sebagai penceramah utama. Tema yang diangkat, “Mari Meneladani Akhlak dan Perjuangan Nabi SAW”, menjadi ajakan reflektif bagi seluruh jamaah agar tidak hanya merayakan kelahiran Nabi secara seremonial, tetapi juga menghidupkan nilai perjuangan dan akhlak Rasulullah dalam realitas kehidupan modern.
Maulid sebagai Ruang Pendidikan Akhlak
Dalam tausiyahnya, Gus Abror menegaskan bahwa Maulid Nabi adalah momentum penting untuk kembali belajar tentang akhlak Rasulullah SAW yang penuh kasih sayang, kejujuran, kesabaran, dan keberanian dalam memperjuangkan kebenaran. Menurutnya, krisis moral dan sosial yang terjadi di tengah masyarakat saat ini sering kali berakar dari jauhnya umat dari teladan Nabi Muhammad SAW.
Perjuangan Nabi, lanjut Gus Abror, tidak hanya tentang dakwah lisan, tetapi juga keteladanan nyata dalam membangun peradaban, memperjuangkan keadilan, serta merawat persaudaraan di tengah perbedaan. Nilai inilah yang relevan untuk terus ditanamkan, khususnya kepada generasi muda.
Keterlibatan Lintas Unsur, Simbol Kebersamaan
Kegiatan Maulid Akbar ini dihadiri oleh anak-anak pondok pesantren, tokoh masyarakat, warga sekitar, serta berbagai unsur kelembagaan. Turut hadir pula pengurus Komunitas Soboratan Preneur, yang diwakili oleh Pak Eko, sebagai bentuk dukungan terhadap kegiatan keagamaan dan sosial di tengah masyarakat.
Kehadiran lintas unsur tersebut menjadi gambaran kuatnya sinergi antara pesantren, masyarakat, dan komunitas sosial dalam menjaga nilai religiusitas dan kebersamaan. Pesantren tidak hanya menjadi pusat pendidikan agama, tetapi juga ruang pertemuan nilai-nilai sosial yang menyatukan berbagai lapisan masyarakat.
Pesan Moral bagi Generasi Muda
Maulid Akbar ini juga menjadi sarana edukasi spiritual bagi para santri dan generasi muda di Desa Kaliwinasuh. Melalui kegiatan ini, mereka diajak untuk memahami bahwa mencintai Nabi Muhammad SAW tidak cukup hanya dengan bershalawat, tetapi juga dengan meneladani akhlak beliau dalam sikap, pergaulan, dan tanggung jawab sosial.
Nilai-nilai perjuangan Nabi SAW diharapkan mampu membentuk karakter generasi yang berakhlak mulia, berani berbuat baik, dan peduli terhadap sesama.
Harapan dan Refleksi Bersama
Melalui peringatan Maulid Akbar Nabi Muhammad SAW ini, masyarakat berharap semangat keteladanan Rasulullah dapat terus hidup dan mengakar dalam kehidupan sehari-hari. Pesan akhlak dan perjuangan Nabi diharapkan menjadi inspirasi untuk membangun masyarakat yang lebih beradab, harmonis, dan saling menguatkan.
Maulid Nabi di Pondok Pesantren Miftahul Mubtadiin bukan sekadar peringatan tahunan, melainkan menjadi ruang refleksi dan pembaruan niat, bahwa perubahan besar dalam masyarakat selalu berawal dari akhlak yang baik dan keteladanan yang nyata.



