Haflah Iktitam dan Wisuda Tahfidz 30 Juz di PPTQ Al-Ikhlash Aqshol Madinah: Meneguhkan Peran Al-Qur’an dalam Realitas Sosial

CenterSoboratan
0

 

Purbalingga - Pondok Pesantren Tahfidzul Qur’an (PPTQ) PPTQ Al-Ikhlash Aqshol Madinah kembali menorehkan jejak sejarah spiritual dan pendidikan melalui kegiatan Haflah Iktitam dan Wisuda Santri Tahfidz 30 Juz, yang dirangkaikan dengan Pengajian Akbar dan Seminar Keislaman, bertempat di kompleks pesantren, Majapura RT 03 RW 09, Kecamatan Bobotsari, Purbalingga (53353).


Kegiatan ini berlangsung di bawah bimbingan dan pengasuhan KH. Sahal Abdullah, sosok ulama yang dikenal konsisten menanamkan nilai keikhlasan, kedisiplinan, dan kecintaan terhadap Al-Qur’an sebagai fondasi utama pendidikan santri. Beliau sangat menekankan bahwa tahfidzul Qur’an bukan sekadar hafalan, tetapi proses membentuk manusia seutuhnya—berilmu, berakhlak, dan berjiwa pengabdian.


Acara ini bukan sekadar seremoni kelulusan, tetapi menjadi simbol keberhasilan proses panjang pembinaan ruhani, intelektual, dan karakter santri dalam menempuh perjalanan menghafal Al-Qur’an secara utuh. Di tengah tantangan zaman yang semakin kompleks, lahirnya para hafidz dan hafidzah 30 juz dari lingkungan pesantren menjadi bukti bahwa Al-Qur’an tetap hidup, tumbuh, dan relevan di tengah dinamika sosial masyarakat modern.


Kegiatan semakin bermakna dengan hadirnya ulama nasional, KH. Abdul Aziz Jazuli, sebagai pembicara utama dalam pengajian akbar dan seminar bertema “Al-Qur’an dan Realitas Sosial.” Dalam paparannya, beliau menegaskan bahwa Al-Qur’an bukan hanya kitab ibadah, tetapi juga pedoman peradaban, yang mampu membimbing manusia menghadapi persoalan sosial, krisis moral, ketimpangan ekonomi, hingga keretakan hubungan antarumat.


Ketua panitia, Ustadz Anggit Kurniawan, S.Pd, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan puncak dari proses panjang pendidikan tahfidz yang tidak hanya menekankan hafalan, tetapi juga pembentukan karakter, adab, dan tanggung jawab sosial santri.


Lebih dari sekadar perayaan, Haflah Iktitam ini menjadi pesan kuat bahwa pesantren bukan hanya pusat pendidikan agama, tetapi juga pusat pembentukan peradaban. Di sinilah lahir generasi yang tidak hanya kuat dalam hafalan, tetapi juga kokoh dalam akhlak, berpikir jernih, dan siap hadir di tengah realitas sosial sebagai penebar rahmat, bukan sumber konflik.


Kegiatan ini sekaligus menegaskan komitmen PPTQ Al-Ikhlash Aqshol Madinah di bawah asuhan KH. Sahal Abdullah sebagai lembaga yang terus membangun generasi Qur’ani—generasi yang menjadikan Al-Qur’an bukan hanya sebagai bacaan, tetapi sebagai panduan hidup, arah berpikir, dan spirit pengabdian.

Dari Bobotsari, sebuah pesan kuat dipancarkan ke masyarakat luas:
bahwa di tengah dunia yang bising oleh konflik, krisis nilai, dan kegaduhan sosial, Al-Qur’an tetap menjadi cahaya yang menuntun manusia menuju ketenangan, keadilan, dan kemanusiaan.

Tags

Posting Komentar

0 Komentar

Posting Komentar (0)
3/related/default