JEPARA — Semangat persaudaraan lintas perguruan pencak silat tampak begitu kuat dalam kegiatan halal bihalal dan pertemuan rutin yang digelar Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Ranting Bangsri, Minggu (12/4/2026). Mengusung tema “Merajut Silaturahmi, Menguatkan Persaudaraan dan Solidaritas Tanpa Batas”, kegiatan ini berlangsung hangat di Aula L. Basket SMAN 1 Bangsri.
Acara yang menjadi agenda rutin dua bulanan ini menghadirkan lebih dari 100 peserta dari delapan perguruan silat se-Kecamatan Bangsri dan sekitarnya. Selain PSHT sebagai tuan rumah, turut hadir 8 perwakilan dari berbagai perguruan seperti Cempaka Putih, Kembang Setaman, IKSPI Kera Sakti, Pagar Nusa, Tapak Suci, Bhayu Manunggal, serta Lembaga Seni Beladiri Garuda Bambu Runcing.
Kegiatan ini juga dihadiri Ketua Cabang PSHT Jepara, H. Kangmas Ahmad Zainuri, Ketua Ranting Bangsri Kangmas Dalil, serta unsur Forkopimcam seperti Dandim dan Polsek Bangsri yang turut memberikan dukungan atas terselenggaranya kegiatan tersebut.
Dalam suasana penuh keakraban, halal bihalal ini tidak hanya menjadi ajang saling memaafkan pasca Idul Fitri, tetapi juga memperkuat komitmen bersama dalam menjaga persatuan antarperguruan. Tradisi bergiliran menjadi tuan rumah setiap dua bulan sekali pun menjadi simbol nyata bahwa kebersamaan lebih utama daripada perbedaan.
Tausiyah yang disampaikan oleh Kangmas Habib Najib Alydrus semakin memperdalam makna kegiatan, dengan menekankan pentingnya menjaga hati, persaudaraan, dan menjunjung tinggi nilai-nilai luhur dalam kehidupan bermasyarakat.
Ketua Cabang PSHT Jepara, H. Kangmas Ahmad Zainuri, mengapresiasi kegiatan ini sebagai langkah positif dalam membangun harmoni antarperguruan. Ia berharap sinergi seperti ini terus terjaga demi menciptakan suasana yang damai dan kondusif di tengah masyarakat.
Pesan Inspiratif
Kegiatan ini menjadi pengingat kuat bahwa persaudaraan sejati tidak dibatasi oleh nama perguruan, latar belakang, maupun perbedaan prinsip. Justru dari keberagaman itulah lahir kekuatan besar untuk saling melengkapi dan menjaga.
Di tengah dunia yang kerap diwarnai perbedaan, langkah sederhana seperti duduk bersama, saling menyapa, dan membuka hati adalah fondasi penting untuk membangun persatuan. Persaudaraan bukan hanya tentang kedekatan, tetapi tentang kesediaan untuk memahami dan menghargai.
Semangat yang terbangun di Bangsri ini menjadi contoh nyata bahwa ketika ego ditanggalkan dan kebersamaan diutamakan, maka harmoni bukan sekadar harapan—melainkan kenyataan yang bisa dirasakan bersama.

.jpeg)
