Magelang, Jawa Tengah — Siapa bilang dunia peternakan hanya milik generasi tua? Di tengah stigma bahwa sektor pertanian dan peternakan adalah dunia yang “kuno” dan kurang menjanjikan, seorang pemuda dari Magelang justru membalikkan paradigma itu dengan karya nyata. Ia adalah Rayndra Syahdan Mahmudin, pemuda 27 tahun yang sukses membangun peternakan domba modern, terintegrasi, dan berkelanjutan — hingga didaulat sebagai Duta Petani Milenial oleh Kementerian Pertanian RI.
Usianya boleh muda, tetapi visinya melampaui zamannya. Rayndra bukan hanya membangun usaha, tetapi membangun peradaban baru peternakan milenial — modern, efisien, berbasis ilmu, dan berakar pada kearifan lokal.
🌱 Awal Perjalanan: Dari Bantuan Rp30 Juta Menuju Industri Peternakan
Perjalanan Rayndra dimulai pada 2016, saat ia menerima program Pertumbuhan Wirausahawan Muda Pertanian dari Kementerian Pertanian berupa bantuan modal Rp30 juta untuk usaha peternakan kambing dan domba.
“Saya menjadi salah satu penerima program dari Kementerian Pertanian saat itu,” ungkap Rayndra ketika ditemui di Dusun Semen, Desa Trenten, Kecamatan Candimulyo, Kabupaten Magelang.
Bagi Rayndra, itu bukan sekadar bantuan modal — tetapi titik balik hidup.
Latar belakang pendidikannya pun menunjukkan konsistensi:
-
Lulusan SMKN 1 Ngablak jurusan pertanian
-
S1 Peternakan di Politeknik Pertanian Yogyakarta-Magelang
-
S2 Agribisnis
Ia memilih bertani bukan karena keterpaksaan, tetapi karena kesadaran visi.
🚧 Melawan Stigma, Menghadapi Penolakan
Keputusan Rayndra tidak berjalan mulus. Justru hambatan terbesarnya datang dari lingkungan terdekat: keluarga.
“Banyak yang tidak percaya sektor pertanian itu menguntungkan. Tapi saya berusaha membuktikan, dan alhamdulillah usaha saya berkembang pesat,” ujarnya.
Pertanian dianggap tidak menjanjikan. Peternakan dianggap tidak masa depan.
Namun Rayndra membuktikan sebaliknya — dengan data, sistem, dan karya nyata.
🏗️ Dari Satu Kandang ke 1.100 Ekor Domba
Hari ini, Rayndra telah membangun 7 kandang peternakan dengan kapasitas total 1.100 ekor kambing dan domba, tersebar di:
-
Pakis (2 lokasi)
-
Tegalrejo
-
Candimulyo
-
Kajoran
-
Grabag
-
Borobudur
Sebuah skala yang tidak lagi bisa disebut usaha kecil, tetapi industri peternakan rakyat modern.
“Selama manusia masih ada, pangan akan selalu dibutuhkan. Dan pangan tidak lepas dari pertanian,” tegas Rayndra.
⚙️ Sistem Peternakan Modern: Tanpa Ngarit, Tanpa Ketergantungan Alam
Rayndra mengembangkan sistem ternak modern berbasis pakan kering:
-
Limbah ketela
-
Pohon jagung
-
Kulit kacang hijau
-
Limbah pertanian lokal
-
Konsentrat sebagai protein
➡️ Tanpa ngarit
➡️ Tanpa ketergantungan musim
➡️ Tanpa ketergantungan rumput liar
Ini menjadikan sistemnya:
-
Efisien
-
Terukur
-
Berkelanjutan
-
Skalabel
🔄 Sistem Terintegrasi: Peternakan + Perkebunan
Peternakan Rayndra tidak berdiri sendiri. Ia diintegrasikan dengan sektor lain:
-
Limbah ternak → pupuk organik
-
Digunakan untuk perkebunan kelapa organik
-
Hasilnya → produksi gula semut
Filosofinya sederhana tapi dalam:
“Akhir peternakan adalah awal pertanian, dan akhir pertanian adalah awal peternakan.”
Inilah konsep circular farming — nol limbah, nol mubazir, semua terhubung.
🏫 Sekolah Petani Milenial: Mencetak Generasi Baru
Rayndra tidak berhenti pada bisnis. Ia membangun ekosistem edukasi:
📚 Sekolah Petani Milenial
-
Peserta: 2.870 orang
-
Gratis
-
Terbuka untuk umum
🧑🌾 Program Magang
-
Peserta: 320 orang
-
Gratis
-
Berbasis praktik lapangan
Materi yang diajarkan:
-
Manajemen kandang
-
Manajemen pakan
-
Manajemen budidaya
-
Manajemen pemasaran & pasca panen
-
Manajemen permodalan
Semua terpusat di Cipta Visi Farm.
🏢 Cipta Visi Farm: Model Peternakan Masa Depan
Cipta Visi Farm 3, yang berlokasi di Dusun Semen, Desa Trenten, Candimulyo, Magelang, menjadi pusat pembelajaran nasional.
Bahkan Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Pasuruan melakukan kunjungan studi alih teknologi ke lokasi ini pada 12 Desember 2024.
Ini menegaskan satu hal:
Cipta Visi Farm bukan sekadar kandang — tapi pusat inovasi peternakan milenial.
🏆 Prestasi & Pengakuan
Rayndra telah meraih berbagai penghargaan regional dan nasional, mengukuhkan posisinya sebagai:
-
Peternak muda inspiratif
-
Inovator agribisnis
-
Tokoh petani milenial
-
Role model regenerasi petani
Dan puncaknya:
🏅 Duta Petani Milenial Kementerian Pertanian RI
🌍 Makna Lebih Dalam
Kisah Rayndra bukan sekadar cerita sukses pribadi.
Ini adalah narasi perubahan peradaban:
🌱 Pertanian = masa depan
🐑 Peternakan = industri
🚜 Desa = pusat produksi
🧠 Pemuda = aktor utama
⚙️ Teknologi = alat perubahan
📚 Ilmu = fondasi sistem
✨ Penutup
Di saat banyak anak muda meninggalkan sawah,
Rayndra justru membangun industri dari kandang.
Di saat pertanian dianggap masa lalu,
ia menjadikannya masa depan.
Di saat peternakan dianggap pekerjaan kasar,
ia mengubahnya menjadi profesi terhormat.
Karena sejatinya:
Bangsa kuat bukan karena impornya besar,
tapi karena pangannya mandiri.
Negara besar bukan karena teknologinya tinggi,
tapi karena petaninya berdaulat.
Dan dari Magelang, Rayndra Syahdan Mahmudin telah membuktikan satu hal penting bagi Indonesia:
🌾 Petani muda bukan mimpi.
🌾 Peternakan bukan kemiskinan.
🌾 Pertanian bukan keterbelakangan.
🌾 Pemuda adalah masa depan pangan bangsa.
