Purbalingga - Di balik geliat wisata air Owabong Purbalingga, tepatnya di Desa Kajongan, berdiri sebuah usaha sederhana yang konsisten memberi manfaat ekonomi bagi masyarakat. Peternak Jangkrik Berkah Mlondo, yang telah berjalan lebih dari lima tahun, menjadi contoh nyata bagaimana usaha kecil bisa tumbuh dan berkelanjutan ketika dikelola dengan kesabaran, ketekunan, dan semangat kebersamaan.
Usaha peternakan jangkrik ini dibangun dan dikembangkan bersama Komunitas Soboratan Preneur, sebuah wadah pelaku usaha yang mendorong kemandirian ekonomi berbasis potensi lokal. Dari kandang-kandang sederhana di belakang rumah, jangkrik-jangkrik dibudidayakan sebagai komoditas bernilai ekonomi, terutama untuk pakan burung kicau, ikan hias, dan reptil.
Pengelola Peternak Jangkrik Berkah Mlondo mengisahkan bahwa beternak jangkrik tidak membutuhkan lahan luas maupun modal besar. Kunci utamanya terletak pada ketelatenan dalam perawatan dan pemahaman siklus hidup jangkrik. Kandang dijaga tetap kering dan bersih, sirkulasi udara diatur, serta pakan diberikan secara teratur menggunakan fur ayam dan pakan tambahan yang mudah didapat di sekitar desa.
“Yang paling penting itu konsisten. Jangkrik tidak bisa asal diberi makan dan dibiarkan. Perawatan rutin sangat menentukan hasil panen,” ujarnya.
Dalam satu siklus ternak, jangkrik dapat dipanen dalam waktu relatif singkat, sekitar 30–40 hari. Hasil panen kemudian dipasarkan ke pengepul maupun pelanggan langsung di wilayah Purbalingga dan sekitarnya. Dengan manajemen yang baik, peternakan ini mampu memberikan tambahan pemasukan yang signifikan bagi para pelakunya, sekaligus menjadi alternatif usaha sampingan yang menjanjikan.
Kolaborasi dengan Komunitas Soboratan Preneur memberi nilai lebih bagi usaha Berkah Mlondo. Melalui komunitas ini, peternak saling berbagi pengalaman, teknik perawatan, hingga akses pasar. Pendampingan dan semangat gotong royong menjadi kekuatan utama agar usaha tetap berjalan stabil, bahkan di tengah tantangan harga pakan dan fluktuasi permintaan.
Selama lebih dari lima tahun, Peternak Jangkrik Berkah Mlondo tak hanya menghasilkan keuntungan ekonomi, tetapi juga menumbuhkan kepercayaan diri masyarakat untuk berwirausaha. Usaha ini membuktikan bahwa peluang usaha tidak selalu harus besar dan rumit. Dengan memanfaatkan potensi lokal, usaha kecil pun bisa berdaya dan berkelanjutan.
Keberadaan peternakan jangkrik di Kajongan menjadi inspirasi bahwa ekonomi kerakyatan bisa tumbuh dari belakang rumah, selama ada kemauan belajar, kebersamaan, dan komitmen untuk terus berjalan. Dari jangkrik-jangkrik kecil, lahir harapan besar bagi kemandirian ekonomi masyarakat Purbalingga.
.jpeg)
