Banjarnegara - Dari filosofi sederhana namun sarat makna, lahirlah TUMATA Indonesia. Dalam bahasa Jawa, Tumata berarti “tertata dengan baik”—sebuah nilai yang menjadi napas dalam setiap proses yang dijalankan, mulai dari budidaya, pengolahan, hingga pengemasan produk. Filosofi ini pula yang mengantarkan TUMATA tampil sebagai brand rempah Nusantara berkelas, tanpa meninggalkan akar lokalnya.
Didirikan oleh Kristiono Hadi Pranoto, TUMATA Indonesia hadir membawa misi besar: Hasil Bumi Nusantara Berjaya, Petani Sejahtera. Sebuah keyakinan bahwa kejayaan produk Indonesia di pasar global harus berjalan seiring dengan meningkatnya kesejahteraan para petani dan pengrajin di dalam negeri.
“Ketika hasil bumi Indonesia dihargai tinggi, maka petani harus menjadi pihak pertama yang merasakan dampaknya,” menjadi prinsip yang dipegang kuat oleh TUMATA dalam membangun usahanya.
TUMATA Indonesia mengusung konsep ragam kekayaan Nusantara dalam kemasan eksklusif. Setiap produk dirancang tidak hanya sebagai bahan konsumsi, tetapi juga sebagai representasi kualitas, budaya, dan kearifan lokal Indonesia. Dari tangan petani dan pengrajin lokal, produk TUMATA dipersiapkan untuk menembus pasar nasional hingga internasional.
Beberapa produk unggulan TUMATA Indonesia meliputi Merica Putih Bubuk dan Butiran yang diproses melalui sortasi ketat untuk menjamin kebersihan dan konsistensi rasa. Ada pula Pala Bubuk yang diolah secara higienis dari hasil panen petani lokal, menjaga aroma khas dan mutu rempah Nusantara.
Tak berhenti di situ, TUMATA juga menghadirkan Bumbu Rempah Siap Saji, racikan autentik yang dirancang untuk memudahkan masyarakat menghadirkan cita rasa khas Indonesia di dapur sehari-hari. Sementara untuk segmen minuman sehat tradisional, tersedia berbagai varian Wedhang Rempah, minuman berbasis rempah yang kaya manfaat dan relevan dengan gaya hidup modern.
Di balik produknya, TUMATA Indonesia membangun ekosistem usaha yang adil dan berkelanjutan. Mulai dari produksi bernilai tambah, di mana rempah tidak hanya dijual mentah tetapi diolah menjadi produk siap konsumsi, hingga edukasi kelompok tani agar petani memiliki pemahaman kualitas, pascapanen, dan standar pasar.
Kolaborasi dengan UMKM lokal juga menjadi strategi utama TUMATA dalam memperkuat rantai nilai, sekaligus membuka lapangan usaha baru. Seluruh upaya tersebut bermuara pada satu tujuan besar, yakni ekspansi pasar ekspor melalui produk rempah dalam kemasan, agar hasil bumi Indonesia tidak lagi dijual murah sebagai komoditas mentah.
Melalui pendekatan tertata, kolaboratif, dan berorientasi kualitas, TUMATA Indonesia membuktikan bahwa rempah Nusantara tidak hanya layak dikenal dunia, tetapi juga mampu menjadi alat perubahan sosial. Sebuah perjalanan dari ladang petani hingga rak pasar global—dengan satu pesan kuat: kejayaan bangsa dimulai dari kesejahteraan petaninya.
