Surakarta – Di tengah meningkatnya beban masyarakat terhadap biaya kesehatan, sebuah ikhtiar kemanusiaan hadir dari jalur pengobatan alternatif. Habib Sholeh bin Yahya membuka Layanan Pengobatan Terapi Syaraf dan Al-Kay yang dapat diakses masyarakat tanpa dipungut biaya, mulai Selasa, 3 Februari 2026, dan direncanakan berlangsung setiap hari Selasa.
Kegiatan ini dilaksanakan di Pendopo Kecamatan Pasar Kliwon, dengan dukungan berbagai elemen masyarakat dan lembaga, di antaranya Yayasan Harina Kencana, MAWALI Group, Padepokan Rodjomolo (PSHT), serta Camat Pasar Kliwon. Kehadiran lintas unsur tersebut menunjukkan bahwa layanan ini tidak berdiri sendiri, melainkan menjadi bagian dari gerakan sosial yang berorientasi pada kemaslahatan umat.
Terapi Alternatif Berbasis Tradisi
Terapi yang diberikan menggabungkan pengobatan syaraf dan metode Al-Kay—yakni terapi tradisional menggunakan besi panas—serta media telur sebagai sarana diagnosis dan pendamping terapi, sebagaimana lazim dikenal dalam pengobatan alternatif berbasis tradisi.
Metode ini telah lama dikenal di tengah masyarakat sebagai salah satu ikhtiar penyembuhan non-medis yang menekankan keseimbangan antara fisik, psikis, dan spiritual. Meski bukan pengganti layanan medis modern, terapi ini dipandang sebagai pelengkap yang memberi harapan bagi masyarakat yang mengalami keterbatasan akses atau biaya pengobatan.
Akses Kesehatan untuk Semua
Yang membedakan layanan ini adalah komitmen tidak memungut biaya. Bagi banyak warga, khususnya kelompok ekonomi rentan, pengobatan sering kali menjadi beban berat. Kehadiran layanan gratis ini menjadi ruang harapan sekaligus bukti bahwa kesehatan dapat diupayakan melalui gotong royong sosial.
“Ini murni ikhtiar membantu sesama,” demikian semangat yang terus digaungkan oleh penyelenggara. Dukungan dari pemerintah kecamatan dan berbagai komunitas menunjukkan bahwa pendekatan kolaboratif masih menjadi kekuatan utama dalam pelayanan masyarakat.
Dimensi Sosial dan Spiritual
Lebih dari sekadar pengobatan, kegiatan ini juga membawa nilai spiritual dan kemanusiaan. Masyarakat yang datang tidak hanya mencari kesembuhan fisik, tetapi juga penguatan mental dan ketenangan batin. Dalam konteks sosial, layanan ini menjadi ruang perjumpaan antara empati, kepedulian, dan nilai-nilai keikhlasan.
Keterlibatan Padepokan Rodjomolo (PSHT) dan unsur komunitas lainnya turut memperkuat pesan bahwa pelayanan sosial tidak mengenal sekat latar belakang. Semua hadir dengan satu tujuan: membantu dan menguatkan sesama.
Menjaga Keseimbangan Ikhtiar
Penyelenggara juga mengingatkan bahwa pengobatan alternatif ini merupakan ikhtiar pendamping, bukan pengganti pengobatan medis. Masyarakat tetap dianjurkan untuk berkonsultasi dengan tenaga kesehatan profesional, terutama untuk kondisi medis serius.
Dengan pendekatan yang bijak, pengobatan alternatif dan medis dapat berjalan beriringan—saling melengkapi dalam menjaga kualitas hidup masyarakat.
Harapan Berkelanjutan
Dengan jadwal rutin setiap Selasa, layanan ini diharapkan dapat menjadi program berkelanjutan yang konsisten memberi manfaat. Lebih jauh, kegiatan ini diharapkan menginspirasi lahirnya inisiatif serupa di wilayah lain—bahwa kepedulian sosial tidak selalu harus mahal, tetapi harus tulus dan terorganisir.
Di tengah tantangan zaman, ikhtiar kecil yang dilakukan dengan hati besar kerap menjadi penopang harapan banyak orang. Dari Pendopo Pasar Kliwon, pesan itu kembali ditegaskan: kemanusiaan adalah panggilan bersama.
