Berbagi dalam Sunyi Ramadan: PSHT Purbalingga Menanam Nilai Kemanusiaan di Ruang Publik

CenterSoboratan
0

 

Purbalingga – Ramadan selalu menghadirkan ruang-ruang sunyi yang penuh makna, tempat nilai kemanusiaan tumbuh bukan lewat pidato panjang, tetapi melalui tindakan sederhana yang tulus. Momentum itulah yang dihidupkan Persaudaraan Setia Hati Terate Cabang Purbalingga ketika ratusan anggotanya turun langsung ke jalan, menyapa masyarakat dengan berbagi paket makanan berbuka puasa di kawasan SMP Negeri 1 Kalimanah, Sabtu, 28 Februari 2026.

  
 

Tanpa hiruk-pikuk seremoni, para anggota PSHT yang mengenakan seragam hitam khas organisasi berdiri di tepi jalan, menyambut para pengguna jalan dengan senyum dan uluran tangan. Sebanyak 750 paket makanan berbuka dibagikan kepada pengendara roda dua maupun roda empat yang melintas. Di tengah lalu lintas yang padat, aksi kecil ini menjelma menjadi oase kemanusiaan—menghadirkan kehangatan di antara kesibukan dan rutinitas harian.

 

Kegiatan ini bukan sekadar agenda sosial tahunan, melainkan cermin dari filosofi PSHT tentang manusia berbudi luhur. Nilai-nilai persaudaraan, empati, dan kepedulian sosial diterjemahkan secara nyata, bukan hanya diajarkan dalam ruang latihan, tetapi dihadirkan langsung di ruang publik.

 

Dewan Pertimbangan PSHT Purbalingga, Mujiono Slamet, yang turut membersamai kegiatan tersebut, menegaskan bahwa pendidikan karakter adalah ruh utama PSHT. Menurutnya, kekuatan sejati seorang pendekar tidak diukur dari kemampuan fisik, melainkan dari kepekaan nurani dan kebermanfaatannya bagi sesama.

 

“Kami ingin para siswa dan anggota PSHT belajar bahwa persaudaraan itu hidup dalam tindakan, bukan sekadar slogan. Dari hal sederhana seperti berbagi makanan, tumbuh empati, kepedulian, dan rasa tanggung jawab sosial,” ungkapnya.

 

Lebih dari sekadar berbagi konsumsi, kegiatan ini menjadi ruang pembelajaran sosial bagi generasi muda PSHT. Mereka tidak hanya dilatih menguasai teknik bela diri, tetapi juga ditempa menjadi pribadi yang matang secara moral, berkarakter kuat, dan peka terhadap lingkungan sekitarnya.

 

Di tengah berbagai tantangan sosial yang kerap memecah belah, langkah kecil ini menyampaikan pesan besar: bahwa organisasi bela diri dapat menjadi sumber keteduhan sosial, bukan sumber ketegangan. Dari Purbalingga, PSHT menunjukkan bahwa kekuatan sejati bukan tentang dominasi, tetapi tentang pengabdian.

 

Ramadan pun menjadi lebih bermakna—bukan hanya sebagai bulan ibadah individual, tetapi sebagai bulan menanam nilai kemanusiaan, menebar kepedulian, dan menguatkan persaudaraan di tengah masyarakat.

Tags
  • Lebih baru

    Berbagi dalam Sunyi Ramadan: PSHT Purbalingga Menanam Nilai Kemanusiaan di Ruang Publik

Posting Komentar

0 Komentar

Posting Komentar (0)
3/related/default