Satbinmas Polres Purbalingga dan PSHT Bangun Ramadan Damai: Sinergi Pendekar dan Aparat Jaga Keteduhan Sosial

CenterSoboratan
0

 

Purbalingga – Bulan suci Ramadan menjadi momentum memperkuat persaudaraan dan keteduhan sosial di tengah masyarakat. Dalam semangat itu, Satuan Pembinaan Masyarakat (Satbinmas) Polres Purbalingga menggandeng ribuan anggota Persaudaraan Setia Hati Terate Cabang Purbalingga untuk bersama-sama menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban wilayah Kabupaten Purbalingga selama Ramadan.

 

Kegiatan yang digelar di lapangan SMP Negeri 1 Kalimanah itu bukan sekadar agenda seremonial, melainkan ruang perjumpaan nilai antara aparat kepolisian dan komunitas bela diri, yang sama-sama memiliki tanggung jawab moral terhadap ketenteraman masyarakat. Dalam suasana yang penuh kekeluargaan, para pendekar muda hingga sesepuh PSHT diajak membangun kesadaran kolektif bahwa kekuatan sejati tidak diukur dari kemampuan fisik semata, tetapi dari kedewasaan sikap dan kejernihan hati.

 

Kasat Binmas Polres Purbalingga, AKP Tedy Subiyarsono, menegaskan bahwa seorang pendekar sejati adalah mereka yang mampu menguasai dirinya sebelum menguasai situasi. Ia menekankan bahwa ilmu bela diri sejatinya adalah jalan pengabdian, bukan alat pamer kekuatan. Dalam konteks Ramadan, pengendalian emosi, kebijaksanaan dalam bersikap, dan kemampuan meredam provokasi menjadi fondasi utama menjaga harmoni sosial.

 

Pesan tersebut diperkuat dengan ajakan agar seluruh keluarga besar PSHT menolak hoaks, provokasi, dan segala bentuk adu domba yang berpotensi merusak persatuan. Para anggota juga didorong aktif berperan sebagai penjaga lingkungan sosialnya, termasuk memanfaatkan layanan Call Center 110 sebagai sarana pelaporan dini bila terjadi potensi gangguan keamanan. Sinergi ini menunjukkan bahwa keamanan bukan hanya tugas aparat, tetapi kerja bersama seluruh elemen masyarakat.

 

Nilai kemanusiaan PSHT juga tampak dalam aksi nyata. Rangkaian kegiatan diawali dengan pembagian 750 paket makanan berbuka puasa kepada para pengguna jalan, baik pengendara roda dua maupun roda empat. Aksi sosial ini menjadi simbol bahwa persaudaraan tidak berhenti pada slogan, tetapi hadir dalam tindakan sederhana yang menyentuh kehidupan masyarakat.

 

Dewan Pertimbangan PSHT Purbalingga, Mujiono Slamet, menegaskan bahwa PSHT tidak hanya mendidik fisik dan teknik, tetapi juga membentuk watak, budi pekerti, serta rasa kemanusiaan. Menurutnya, pembinaan karakter adalah ruh utama organisasi, agar setiap anggota tumbuh menjadi pribadi yang bermanfaat bagi lingkungan dan bangsanya.

 

Sebagai bentuk dukungan nyata terhadap pembinaan generasi muda, Satbinmas Polres Purbalingga juga menyerahkan bantuan alat latihan berupa tiga pecing box kepada pengurus PSHT. Bantuan ini bukan sekadar sarana olahraga, tetapi simbol kepercayaan dan kolaborasi antara negara dan masyarakat dalam membina pemuda yang berprestasi, disiplin, dan taat hukum.

 

Kegiatan ini menjadi potret indah bagaimana Ramadan tidak hanya diisi dengan ibadah personal, tetapi juga dengan ikhtiar kolektif menjaga kedamaian sosial. Ketika aparat dan masyarakat berjalan seiring, keamanan tidak lagi sekadar aturan, tetapi menjadi budaya bersama. Dari Purbalingga, pesan itu mengalir sederhana namun kuat: persatuan, keteladanan, dan kepedulian adalah fondasi utama untuk membangun daerah yang damai, religius, dan sejahtera.

Tags

Posting Komentar

0 Komentar

Posting Komentar (0)
3/related/default