Purbalingga — Pengurus Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kabupaten Purbalingga masa bakti 2025–2029 resmi dilantik dalam sebuah prosesi khidmat dan penuh semangat di Indragiri Hall Owabong Cottage, Kamis (22/1/2026). Pelantikan ini menjadi momentum penting kebangkitan pencak silat Purbalingga, terlebih dengan keterlibatan aktif warga Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) dalam struktur kepengurusan, sebagai simbol kuatnya persatuan lintas perguruan demi kemajuan prestasi bersama.
Kepengurusan baru dipimpin oleh H. Moch Ichwan, SH, MM, dan dilantik langsung oleh Ketua Umum IPSI Jawa Tengah, Hary Nuryanto. Acara ini tidak sekadar seremoni, tetapi menjadi penanda dimulainya babak baru pembinaan pencak silat yang lebih terarah, profesional, dan berorientasi prestasi jangka panjang.
Usai pelantikan, kegiatan dilanjutkan dengan Rapat Kerja Kabupaten (Rakerkab) yang membahas strategi pembinaan atlet, target prestasi, serta peta jalan pengembangan pencak silat Purbalingga untuk empat tahun ke depan.
Sinergi Kuat Pemerintah, Olahraga, dan Perguruan Silat
Acara ini dihadiri berbagai tokoh penting daerah, di antaranya Kepala Dinporapar Purbalingga Sadono yang mewakili Bupati Fahmi Muhammad Hanif, Ketua KONI Purbalingga R. Budi Setiawan, para ketua Pengkab cabang olahraga anggota KONI, serta pimpinan perguruan silat yang tergabung dalam IPSI Purbalingga. Kehadiran para pemangku kepentingan ini menjadi simbol dukungan nyata terhadap penguatan ekosistem pembinaan olahraga pencak silat.
Keterlibatan PSHT dalam kepengurusan bukan sekadar formalitas organisasi, tetapi mencerminkan semangat ukhuwah, persaudaraan sejati, dan persatuan nilai, bahwa pencak silat bukan hanya tentang perguruan, tetapi tentang membangun generasi atlet berkarakter, berakhlak, dan berprestasi.
Dorongan Prestasi dan Regenerasi Atlet
Ketua IPSI Jawa Tengah, Hary Nuryanto, menegaskan pentingnya kesinambungan pembinaan dan regenerasi atlet.
“Beliau sudah berpengalaman karena sudah menjadi ketua IPSI Purbalingga dua periode sebelumnya. Semoga IPSI Purbalingga semakin berprestasi,” tegasnya.
Ia menekankan bahwa prestasi tidak lahir dari proses instan, melainkan dari pembinaan jangka panjang yang konsisten, terstruktur, dan berkelanjutan.
Senada dengan itu, Ketua KONI Purbalingga, R. Budi Setiawan, menyebut pencak silat sebagai salah satu cabang olahraga unggulan yang diharapkan menjadi lumbung medali emas Purbalingga di Porprov Jawa Tengah 2026.
“Semoga setelah pengurus dilantik langsung tancap gas bersiap menghadapi Porprov 2026,” ujarnya.
Target Nyata, Harapan Bersama
Ketua IPSI Purbalingga, Moch Ichwan, menyampaikan target realistis namun penuh optimisme.
“Target kami minimal satu emas dan satu perak. Insya Allah bisa tercapai dengan pembinaan yang terarah dan berkelanjutan,” ungkapnya.
Ia menegaskan fokus program pada:
-
Pembinaan usia dini, pra-remaja, hingga remaja
-
Penyelenggaraan kejuaraan berjenjang seperti Piala Bupati Purbalingga dan Piala Ketua IPSI
-
Peningkatan kualitas pelatih melalui penataran dan pelatihan
-
Penguatan sarana dan prasarana olahraga pencak silat
Langkah ini diperkuat dengan strategi penguatan IPSI tingkat kecamatan, guna memperluas basis pembinaan dan menemukan bibit-bibit atlet potensial dari desa hingga kota.
PSHT dan Spirit Persatuan Prestasi
Masuknya warga PSHT dalam kepengurusan IPSI Purbalingga membawa pesan moral yang kuat:
bahwa persaudaraan sejati melampaui sekat perguruan, dan bahwa prestasi lahir dari sinergi, bukan rivalitas.
Ini menjadi teladan bagi generasi muda pesilat, bahwa pencak silat bukan hanya tentang teknik dan kemenangan, tetapi tentang karakter, persatuan, dan pengabdian untuk daerah.
Menuju Era Emas Pencak Silat Purbalingga
Pelantikan ini menandai awal fase baru: IPSI Purbalingga tidak hanya menargetkan medali, tetapi membangun ekosistem pembinaan, budaya prestasi, dan persatuan perguruan sebagai fondasi peradaban olahraga.
Dengan kepemimpinan berpengalaman, dukungan pemerintah daerah, sinergi perguruan silat, serta keterlibatan aktif PSHT, IPSI Purbalingga optimistis menatap masa depan.
Bukan hanya mengejar kemenangan di arena, tetapi membentuk generasi pesilat berprestasi, berkarakter, dan berjiwa persaudaraan — yang mengharumkan nama Purbalingga, Jawa Tengah, dan Indonesia.


