Banjarnegara - Tim Soboratan Preneur mengambil peran strategis dengan menjembatani Kelompok Peternakan Berkah Jaya, Karang Taruna Harsa Molah, Kelompok Pemuda Pujaya (Kelompok Perikanan), Desa Kaliwinasuh, dengan sosok pengusaha Banjarnegara, Pak Said—seorang pelaku usaha properti dan peternakan yang dikenal memiliki jaringan luas dalam pelatihan skill, hubungan lintas dinas, serta kepercayaan dalam berbagai proyek infrastruktur, peternakan, perikanan, dan pertanian.
Pertemuan ini bukan sekadar silaturahmi, tetapi menjadi ruang strategis untuk membuka masa depan baru bagi ekonomi desa. Pak Said secara terbuka menghadirkan peluang kolaborasi dan kerja sama nyata, mulai dari akses pelatihan keterampilan, koneksi kelembagaan, hingga penguatan sektor produktif. Salah satu langkah konkret yang menguatkan optimisme bersama adalah adanya MoU pengelolaan 500 sapi per bulan, sebuah peluang besar yang membuka jalan bagi kemandirian ekonomi berbasis peternakan rakyat.
Kolaborasi ini menunjukkan bahwa pembangunan tidak selalu harus dimulai dari pusat, tetapi bisa tumbuh dari desa, dari komunitas, dari keberanian untuk saling percaya dan bekerja bersama. Soboratan Preneur hadir bukan hanya sebagai penghubung, tetapi sebagai ruang tumbuh bagi mimpi-mimpi kolektif anak muda, petani, peternak, dan komunitas desa agar mampu naik kelas dan berdiri sejajar dalam ekosistem ekonomi yang lebih luas.
Hadir pula Babinsa Pak Mustamar sebagai bentuk dukungan moral dan penguatan sinergi antara masyarakat, komunitas, dan unsur negara, serta sejumlah pengurus dan anggota Soboratan Preneur, bersama perwakilan Petani Okra, yang semakin memperkaya spektrum kolaborasi lintas sektor—peternakan, perikanan, pertanian, dan kewirausahaan.
Lebih dari sekadar kerja sama ekonomi, pertemuan ini adalah simbol perubahan paradigma: bahwa masa depan desa tidak harus menunggu bantuan, tetapi bisa dibangun melalui jaringan, kolaborasi, dan keberanian membuka diri pada peluang. Anak-anak muda desa tidak lagi diposisikan sebagai objek pembangunan, tetapi sebagai subjek perubahan.
Dari Kaliwinasuh, dari kelompok-kelompok kecil yang bersatu dalam visi besar, lahir harapan baru bahwa ekonomi kerakyatan bisa tumbuh kuat, mandiri, dan berkelanjutan. Ketika komunitas, pengusaha, dan jaringan sosial bertemu dalam satu tujuan, maka mimpi tentang desa yang berdaya bukan lagi sekadar wacana, tetapi sedang benar-benar dibangun—pelan, pasti, dan penuh keyakinan.

.jpeg)
.jpeg)
.jpeg)
.jpeg)