Kegiatan sosial ini diwujudkan melalui pembagian bingkisan sembako yang berisi kebutuhan pokok seperti beras, minyak goreng, dan bahan pangan lainnya. Bantuan tersebut diberikan langsung kepada warga yang membutuhkan sebagai bentuk nyata solidaritas dan kepedulian sosial.
Perwakilan Soboratan Preneur menyampaikan bahwa kegiatan santunan ini merupakan agenda rutin yang bertujuan untuk membantu meringankan beban ekonomi masyarakat, sekaligus menumbuhkan semangat kebersamaan dan gotong royong di tengah kondisi ekonomi yang masih menantang.
Pak Eko selaku pengurus Komunitas Soboratan Preneur menyampaikan harapannya agar kegiatan santunan ini tidak hanya dipandang sebagai bentuk bantuan materi semata, tetapi juga sebagai upaya menumbuhkan nilai kepedulian, kemanusiaan, dan pengorbanan di tengah masyarakat.
“Kami berharap kegiatan ini dapat menumbuhkan rasa peduli antar sesama. Kepedulian adalah awal dari kemanusiaan, dan kemanusiaan membutuhkan pengorbanan, baik waktu, tenaga, maupun rezeki. Soboratan Preneur ingin menjadi bagian kecil dari gerakan besar untuk saling menguatkan,” ujar Pak Eko.
Ia menambahkan, melalui kegiatan sosial yang dilakukan secara konsisten, Soboratan Preneur ingin mengajak seluruh elemen masyarakat, khususnya para pelaku usaha dan generasi muda, untuk tidak bersikap apatis terhadap kondisi lingkungan sekitar.
“Sekecil apa pun yang kita korbankan, jika dilakukan bersama-sama dengan niat tulus, akan membawa dampak besar bagi sesama,” tambahnya.
Warga penerima bantuan menyambut kegiatan ini dengan penuh rasa syukur. Mereka mengaku sangat terbantu dengan adanya bingkisan sembako tersebut, terutama untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Melalui kegiatan ini, Soboratan Preneur berharap dapat menjadi inspirasi bagi komunitas dan pelaku usaha lainnya untuk turut ambil bagian dalam kegiatan sosial, serta membuktikan bahwa peran wirausaha tidak hanya berorientasi pada keuntungan, tetapi juga pada kepedulian dan kebermanfaatan sosial.
Soboratan Preneur berkomitmen untuk terus melanjutkan kegiatan-kegiatan sosial serupa di masa mendatang, sebagai bagian dari upaya membangun masyarakat yang lebih peduli, mandiri, dan berdaya.





