Ramadan, Saat Terindah untuk Berbagi: Ratusan Anak Yatim dan Pelajar Bersatu dalam Buka Bersama Penuh Kebahagiaan di Klampok

CenterSoboratan
0

 

Banjarnegara – Keindahan bulan suci Ramadan 1447 Hijriah kembali terasa melalui kebersamaan dan kepedulian yang terbangun di tengah masyarakat. Suasana haru dan penuh kehangatan menyelimuti halaman YLPP Al Qoim yang berada di Purwareja Klampok, Kabupaten Banjarnegara, pada Minggu (1/3/2026) sore.

 

Ratusan anak-anak, pelajar, guru, relawan, dan masyarakat berkumpul dalam kegiatan buka bersama serta santunan bagi anak yatim dan duafa. Acara yang dimulai pukul 16.00 WIB tersebut menghadirkan suasana kebersamaan yang begitu hangat dan penuh makna.

Kegiatan ini melibatkan berbagai lembaga pendidikan, mulai dari empat sekolah dasar, tiga PAUD, satu TK, satu SMP, hingga satu SMA yang berada di lingkungan pendidikan setempat. Dalam kegiatan tersebut, sekitar 200 anak yatim dan duafa menerima santunan, sementara total sekitar 400 orang hadir untuk mengikuti rangkaian acara buka puasa bersama.

 

Senyum ceria anak-anak yang hadir menjadi pemandangan yang begitu menyentuh. Bagi mereka, kebersamaan di sore Ramadan itu bukan sekadar acara buka puasa, tetapi juga menjadi momen merasakan perhatian, kasih sayang, dan kebahagiaan yang sederhana namun berarti.

Terselenggaranya kegiatan ini tidak lepas dari dukungan berbagai pihak yang memiliki kepedulian terhadap sesama. Beberapa sponsor yang berkontribusi dalam kegiatan ini antara lain Soboratan Preneur, Ayojeg, serta sebuah lembaga sosial yang bergerak membantu kaum mustadzafin dari Jakarta.

 

Kegiatan tersebut juga mendapatkan apresiasi dari Kepala Desa Kaliwinasuh, Mardjono, yang turut hadir dalam acara tersebut. Ia menyampaikan rasa bangga dan terima kasih atas peran aktif lembaga pendidikan tersebut dalam menghadirkan manfaat bagi masyarakat.

Menurutnya, keberadaan YLPP Al Qoim selama ini tidak hanya menjadi tempat pendidikan, tetapi juga sering menjadi pusat kegiatan sosial yang memberikan manfaat luas bagi warga sekitar maupun masyarakat dari luar daerah.


“Kami sangat mengapresiasi kegiatan seperti ini. YLPP Al Qoim bukan hanya tempat belajar, tetapi juga sering menjadi tempat lahirnya berbagai kegiatan sosial yang sangat bermanfaat bagi masyarakat,” ungkapnya.

 

Dukungan juga datang dari tokoh muda yang akrab disapa Gus Husen, pengasuh pondok pesantren Sunan Kalijaga, Purwasaba-Banjarnegara. Ia menilai kegiatan santunan anak yatim seperti ini merupakan bentuk nyata dari kepedulian sosial yang sangat dianjurkan dalam ajaran Islam.

Menurutnya, Rasulullah dikenal sebagai sosok yang sangat mencintai anak yatim, bahkan sering disebut sebagai abulyatama—bapak bagi anak-anak yatim.

 

“Kegiatan seperti ini sangat menginspirasi. Rasulullah mengajarkan kita untuk mencintai dan menjaga anak yatim. Ketika kita peduli kepada mereka, sejatinya kita sedang meneladani akhlak Rasulullah,” tuturnya.

 

Sementara itu, pengurus Soboratan Preneur, Eko, menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas terselenggaranya kegiatan tersebut dengan lancar dan penuh kebersamaan.

Ia menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar memberikan santunan, tetapi juga menghadirkan rasa kehadiran orang tua bagi anak-anak yang membutuhkan perhatian.

 

“Hari ini kita berusaha hadir sebagai bapak bagi mereka. Kita ingin mereka merasakan bahwa masih ada banyak orang tua yang peduli, yang menyayangi mereka, dan yang ingin melihat mereka tumbuh menjadi generasi yang kuat,” ujarnya dengan penuh haru.

 

Ia berharap kegiatan seperti ini dapat terus dilaksanakan dan menjadi inspirasi bagi banyak pihak untuk bersama-sama menjaga semangat kepedulian sosial.

 

“Ketika kita mampu berbagi kebahagiaan kepada mereka yang membutuhkan, sesungguhnya kita sedang menanam harapan untuk masa depan yang lebih baik,” tambahnya.

 

Sore Ramadan di YLPP Al Qoim itu akhirnya menjadi lebih dari sekadar acara buka bersama. Ia menjadi ruang pertemuan banyak hati yang dipersatukan oleh niat baik untuk berbagi.

 

Di tempat itu, ratusan anak belajar satu hal penting: bahwa di dunia ini masih banyak orang yang peduli kepada mereka. Dan dari kepedulian itulah, harapan akan masa depan yang lebih cerah terus tumbuh.

Tags

Posting Komentar

0 Komentar

Posting Komentar (0)
3/related/default