Dari Dapur Desa Menuju Pasar, Ibu-Ibu Karangturi Bentuk Poklahsar “PPM Mandiri”

CenterSoboratan
0

 


Purbalingga - Semangat kebersamaan dan kemandirian ekonomi kembali tumbuh di Desa Karangturi, Kecamatan Mrebet, Kabupaten Purbalingga. Bertempat di rumah Ketua RW 07, Bapak Riswono  Kadus 3, ibu-ibu dari tiga wilayah dusun—Pesalakan, Pesawahan, dan Majapahit—resmi membentuk Poklahsar (Kelompok Pengolah dan Pemasar) yang diberi nama PPM Mandiri.

Pembentukan Poklahsar ini menjadi langkah nyata perempuan desa dalam meningkatkan nilai tambah hasil pangan lokal melalui kegiatan pengolahan dan pemasaran. Kegiatan tersebut disaksikan langsung oleh PJ Kepala Desa Karangturi, Ketua BPD, Kepala Dusun (Kadus) 3, serta mendapat pendampingan dari PPL Kecamatan Mrebet, Ibu Rina dan Ibu Ria.

Poklahsar PPM Mandiri beranggotakan ibu-ibu dari lintas dusun yang memiliki visi sama: tidak hanya menghasilkan produk mentah, tetapi mampu mengolah, mengemas, dan memasarkan produk pangan secara mandiri. Dalam struktur organisasi, Ibu Ike dipercaya sebagai Ketua Poklahsar, dengan dukungan dua divisi utama, yakni Divisi Produksi dan Divisi Pemasaran. Pembagian peran ini diharapkan mampu membuat kerja kelompok lebih terarah, efektif, dan berkelanjutan.



 

Sebagai kegiatan awal, kelompok ini mulai fokus pada pengolahan ikan nila menjadi produk makanan siap saji. Dari berbagai diskusi dan ide yang muncul, para anggota akhirnya sepakat mengembangkan beberapa produk unggulan, yakni nila presto, bawal presto, serta “Cik Nil”, camilan berupa keripik ikan nila yang dibuat dari bahan baby nila. Produk-produk tersebut dipilih karena bahan bakunya mudah diperoleh, disukai masyarakat, serta memiliki potensi pasar yang cukup luas.

Ketua Poklahsar, Ibu Ike, menyampaikan bahwa pemilihan produk ikan presto dan keripik nila merupakan langkah awal untuk belajar bersama tentang standar produksi, ketahanan produk, hingga strategi pemasaran. “Kami ingin mulai dari yang sederhana, tapi punya nilai jual. Harapannya, produk ini bisa diterima pasar dengan baik dan menjadi sumber tambahan penghasilan bagi anggota,” ujarnya.

PJ Kepala Desa Karangturi dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas inisiatif para ibu yang berani mengambil peran strategis dalam penguatan ekonomi desa. Menurutnya, Poklahsar seperti PPM Mandiri menjadi ujung tombak pengembangan UMKM berbasis rumah tangga yang mampu menggerakkan roda ekonomi dari tingkat paling dasar.

Sementara itu, PPL Kecamatan Mrebet menegaskan komitmennya untuk terus melakukan pendampingan, baik dalam aspek pengolahan pangan yang higienis, perizinan, pengemasan, hingga strategi pemasaran. “Kelompok ini punya potensi besar. Ke depan, kami dorong agar produknya punya ciri khas, kualitas terjaga, dan siap bersaing,” tuturnya.

Ke depan, Poklahsar PPM Mandiri tidak menutup kemungkinan untuk mengembangkan produk olahan lainnya, baik dari hasil perikanan maupun potensi pangan lokal yang ada di Desa Karangturi. Dengan semangat belajar, kebersamaan, dan dukungan berbagai pihak, para ibu berharap Poklahsar ini dapat tumbuh menjadi unit usaha desa yang kuat, berkelanjutan, dan membanggakan.

Dari dapur-dapur sederhana di Karangturi, lahir harapan baru: perempuan desa bangkit, berkarya, dan menjadi pilar penting dalam membangun kemandirian ekonomi keluarga dan desa.

Tags

Posting Komentar

0 Komentar

Posting Komentar (0)
3/related/default