Ketua PSHT Purbalingga Ikut Aksi Penghijauan, Warga PSHT Turun Langsung Wujudkan Ajaran Memayu Hayuning Bawana

CenterSoboratan
0

 

PURBALINGGA — Semangat gotong royong dan kepedulian terhadap alam kembali ditunjukkan oleh ketua Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Cabang Purbalingga Kang Mas Kukuh Arif Prabowo bersama beberapa warga dan berbagai perguruan silat lainnya seperti Pagar Nusa, Tapak Suci, IKS Pi Kera sakti, Merpati Putih, Walet Putih, dan Persinas Asad termasuk juga dari pengurus IPSI. Mereka turun langsung ke lereng Gunung Slamet untuk menanam 5.000 pohon sebagai upaya nyata menjaga kelestarian lingkungan sekaligus mencegah bencana alam.

Aksi penghijauan yang digelar pada Sabtu (4/4/2026) ini dipusatkan di Dusun Gunung Malang, Desa Serang, Kecamatan Karangreja, Kabupaten Purbalingga. Kegiatan ini diinisiasi oleh Komunitas Patanjala Kabupaten Purbalingga dan melibatkan berbagai elemen masyarakat serta instansi pemerintah.

Kegiatan tersebut bukan tanpa alasan. Wilayah ini sebelumnya menjadi salah satu titik terdampak bencana hidrometeorologi yang cukup parah pada Januari 2026. Hujan deras yang mengguyur lereng gunung memicu banjir bandang dan tanah longsor yang menghancurkan puluhan rumah, memutus akses jalan, hingga menyebabkan korban jiwa dan ratusan warga harus mengungsi.

 

Koordinator kegiatan, Indaru S Nurprojo, menegaskan bahwa aksi penanaman ini merupakan langkah konkret untuk meminimalkan risiko bencana serupa di masa mendatang.

 

“Bersama ratusan peserta, kami menanam 5.000 pohon di titik-titik rawan. Ini adalah upaya bersama untuk memperkuat struktur tanah dan menahan aliran air agar tidak kembali terjadi banjir bandang dan longsor,” ujarnya.

 

Menurutnya, kawasan lereng Gunung Slamet memiliki tingkat kerentanan tinggi terhadap bencana, terutama saat curah hujan meningkat. Oleh karena itu, penghijauan di kawasan hulu Daerah Aliran Sungai (DAS) menjadi langkah strategis dalam menjaga keseimbangan ekosistem.

Sejak pagi hari, ratusan peserta dari berbagai latar belakang terlihat menyusuri jalur terjal dan licin untuk menanam bibit pohon di titik-titik kritis. Meski hujan sempat turun dan membuat kondisi semakin menantang, semangat para peserta tidak surut. Beberapa bahkan sempat tergelincir, namun tetap bangkit dan melanjutkan penanaman.

 

Inisiator kegiatan, Nur Hadiyati atau yang akrab disapa Yu Paijem, menekankan bahwa menjaga lingkungan adalah tanggung jawab bersama.

 

“Lingkungan itu seperti keluarga. Harus dirawat dengan penuh kesadaran dan keselarasan. Saya melihat langsung dampak banjir bandang di sini, dan ini menjadi panggilan hati untuk bergerak,” tuturnya.

 

Kegiatan ini juga mendapat dukungan luas dari berbagai pihak, mulai dari pemerintah hingga komunitas lokal. Hadir dalam kegiatan tersebut di antaranya perwakilan Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Jawa Tengah, DPRD Provinsi Jawa Tengah, serta Pemerintah Kabupaten Purbalingga.

 

Selain itu, sejumlah instansi dan komunitas turut ambil bagian, seperti Perum Perhutani, Perumda Tirta Perwira, komunitas pecinta alam, hingga Karang Taruna setempat.

 

Kapolsek Karangreja, AKP Arisno, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan langkah preventif yang sangat penting dalam mengurangi risiko bencana di masa depan. Ia juga menambahkan bahwa pemantauan berkala akan dilakukan agar bibit yang ditanam dapat tumbuh optimal dan memberikan manfaat jangka panjang.

 

Kini, kawasan yang sebelumnya gundul mulai tertutup oleh tanaman baru. Harapan pun tumbuh seiring bibit-bibit yang ditanam—bahwa alam akan kembali pulih, dan masyarakat dapat hidup lebih aman dari ancaman bencana.

 

Aksi ini menjadi bukti bahwa kolaborasi lintas sektor—mulai dari komunitas, pemerintah, hingga masyarakat—mampu menghadirkan perubahan nyata. Lebih dari sekadar menanam pohon, kegiatan ini menanam harapan dan kesadaran bahwa menjaga alam adalah investasi untuk masa depan bersama.

Tags

Posting Komentar

0 Komentar

Posting Komentar (0)
3/related/default